Siska Karina Imran Jadi Satu-satunya Wakil Indonesia di Asia-Pacific Mayors Academy 2026, Bawa Enam Inisiatif Kendari ke Forum Internasional

0

Kendari, Trijayakendari.com – Kota Kendari kembali menorehkan prestasi di tingkat internasional. Wali Kota Kendari, dr. Hj. Siska Karina Imran, SKM, terpilih sebagai satu-satunya perwakilan Indonesia dalam Asia-Pacific Mayors Academy (APMA) for Sustainable Urban Development 2026, sebuah program pengembangan kepemimpinan bagi wali kota dan kepala daerah di kawasan Asia Pasifik yang diselenggarakan melalui kolaborasi UN-Habitat, UCLG ASPAC, UN ESCAP, APRU, UNU-IAS, dan IGES.

Program bergengsi tersebut diikuti oleh 14 kepala daerah dari enam negara, yakni Nepal, Pakistan, Indonesia, Filipina, Sri Lanka, dan India. Seluruh rangkaian kegiatan diselenggarakan secara virtual mulai April hingga Agustus 2026, dengan menghadirkan sesi pembelajaran, diskusi kebijakan, studi kasus, pertukaran pengalaman, serta pendampingan langsung dari para pakar internasional di bidang pembangunan perkotaan berkelanjutan.

Adapun peserta APMA 2026 terdiri atas Bir Bahadur Giri dari Barekot Rural Municipality, Nepal; Arsalan Arif dari Central Orakzai, Pakistan; Raisa TreΓ±as dari Kota Iloilo, Filipina; dr. Hj. Siska Karina Imran, SKM dari Kota Kendari, Indonesia; Maria Lourdes “Nancy” Binay dari Makati, Filipina; Rinsad Ahamed dari Puttalam, Sri Lanka; Jeasa Gonzales dari Pilar, Filipina; Ma Maruja Senar dari Magarao, Filipina; Randy Singson dari Vigan, Filipina; Jennifer Tuplano dari Viga, Filipina; Danielle Bernos dari La Paz, Filipina; Saurabh Joshi dari Chandigarh, India; Ma. Cynthia Chan dari Lapu-Lapu, Filipina; serta Strike Revilla dari Bacoor, Filipina.

Wali Kota Kendari Siska Karina Imran mengatakan kepercayaan menjadi satu-satunya peserta dari Indonesia merupakan sebuah kehormatan sekaligus tanggung jawab untuk membawa nama baik Indonesia dan Kota Kendari di forum internasional.

“Saya bersyukur atas kesempatan ini. Menjadi satu-satunya wakil Indonesia di Asia-Pacific Mayors Academy merupakan sebuah kehormatan sekaligus tanggung jawab besar. Kami ingin memanfaatkan kesempatan ini untuk belajar dari berbagai kota di Asia Pasifik, berbagi pengalaman, sekaligus memperkenalkan berbagai inovasi pembangunan yang sedang dijalankan Kota Kendari,” ujar Siska.

Menurutnya, meski seluruh kegiatan dilaksanakan secara virtual selama lima bulan, program tersebut tetap memberikan kesempatan yang luas bagi para peserta untuk membangun jejaring internasional dan berdiskusi secara intensif dengan para ahli maupun sesama kepala daerah.

“Walaupun dilaksanakan secara virtual dari April hingga Agustus 2026, interaksi yang terbangun sangat kuat. Ini menjadi kesempatan berharga untuk bertukar gagasan, membangun kolaborasi, dan membawa berbagai praktik terbaik ke Kota Kendari,” katanya.

Selama mengikuti APMA 2026, para peserta akan mendalami enam fokus pembelajaran, yakni perencanaan kota berkelanjutan, penanganan multi-krisis, perencanaan wilayah inklusif, ketahanan kota dan aksi iklim, smart city dan inovasi digital, serta pembiayaan pembangunan berkelanjutan.

 

Sejalan dengan tema tersebut, Pemerintah Kota Kendari akan memperkenalkan enam inisiatif unggulan daerah, yaitu pengelolaan sampah dan ekonomi sirkular, ketahanan banjir dan perubahan iklim, perlindungan mangrove dan kawasan pesisir, penambahan ruang terbuka hijau, transformasi pelayanan publik berbasis digital, serta pemberdayaan masyarakat.

Siska menegaskan, berbagai program tersebut merupakan bentuk komitmen Pemerintah Kota Kendari dalam mewujudkan pembangunan yang berkelanjutan, inklusif, tangguh terhadap perubahan iklim, dan berorientasi pada peningkatan kesejahteraan masyarakat.
“Kami ingin menunjukkan bahwa Kota Kendari terus berbenah melalui berbagai inovasi.

Forum ini menjadi momentum untuk memperkenalkan berbagai program unggulan sekaligus menyerap pengalaman dari kota-kota lain yang telah berhasil menerapkan pembangunan berkelanjutan,” ungkapnya.

Selama program berlangsung, para peserta akan mendapatkan pendampingan dari para mentor internasional, yakni Kazuko Ishigaki (Regional Director UN-Habitat Regional Office for Asia and the Pacific), Sangmin Nam (Director, Environment and Development Division UN ESCAP), Dr. Bernadia Tjandradewi (Secretary General UCLG ASPAC), Dr. Thomas Schneider (Chief Executive APRU), Prof. Shinobu Yume Yamaguchi (Director UNU-IAS), Yatsuka Kataoka (Programme Director City Taskforce IGES), Curt Garrigan (Chief of Sustainable Urban Development Section UN ESCAP), serta Claudia Garcia Zaragoza (Partnerships and Project Manager UN-Habitat Bangkok Programme Office).

 

 

Siska optimistis pengalaman selama mengikuti Asia-Pacific Mayors Academy 2026 akan memperkuat kapasitas Pemerintah Kota Kendari dalam merumuskan kebijakan pembangunan yang inovatif serta memperluas kerja sama internasional.

“Kami membawa semangat Dari Kendari untuk Indonesia, dari Indonesia untuk Asia Pasifik. Semoga pengalaman ini semakin memperkuat komitmen Kota Kendari dalam mewujudkan kota yang inklusif, tangguh, hijau, dan berkelanjutan, sekaligus membuka lebih banyak peluang kolaborasi dengan berbagai kota di dunia,” tutupnya. (ADV)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here