Kendari – Trijayakendari.com – Kota Kendari kembali menjadi pusat perhatian kawasan timur Indonesia. Sebagai tuan rumah sekaligus Ketua Asosiasi Pemerintah Kota Seluruh Indonesia (APEKSI) Komisariat Wilayah (Komwil) VI, Wali Kota Kendari Siska Karina Imran memimpin pelaksanaan Rapat Kerja (Raker) Komwil VI APEKSI Tahun 2026 yang mempertemukan 17 pemerintah kota dari Sulawesi, Maluku, Maluku Utara, dan Papua.
Kegiatan yang berlangsung di Kota Kendari tersebut secara resmi dibuka oleh Wakil Gubernur Sulawesi Tenggara, Hugua, yang ditandai dengan pemukulan gong sebagai simbol dimulainya rangkaian Raker Komwil VI APEKSI. Berlangsung di Claro Kendari, Rabu (3/6/2026).
Mengusung tema “Kolaborasi dan Sinergi Membangun Indonesia Timur” dengan subtema “Penanganan dan Pengelolaan Sampah Berbasis Partisipasi Masyarakat”, forum ini menjadi wadah strategis bagi pemerintah kota di kawasan timur untuk merumuskan solusi atas berbagai tantangan pembangunan daerah.
Dalam sambutannya, Siska Karina Imran menyampaikan rasa syukur dan kebanggaannya atas kepercayaan yang diberikan kepada Kota Kendari sebagai tuan rumah pelaksanaan Raker Komwil VI.
Menurutnya, APEKSI merupakan organisasi strategis yang menghimpun 98 pemerintah kota di seluruh Indonesia yang terbagi dalam enam wilayah regional. Khusus Komwil VI, terdiri dari 17 kota yang tersebar di Sulawesi, Maluku, Maluku Utara, dan Papua.
“Alhamdulillah, Kota Kendari dipercaya menjadi tuan rumah pelaksanaan Raker Komwil VI APEKSI. Ini merupakan kehormatan sekaligus tanggung jawab besar bagi kami untuk memastikan forum ini berjalan dengan baik dan menghasilkan rekomendasi yang bermanfaat bagi seluruh anggota,” ujar Siska.
Siska menjelaskan, kepengurusan Komwil VI yang dipimpinnya telah berjalan kurang lebih satu tahun sejak dirinya terpilih secara aklamasi dalam Musyawarah Komisariat Wilayah yang berlangsung di Kota Makassar pada April 2025.
Selama masa kepengurusan tersebut, berbagai program strategis telah dijalankan, meskipun di tengah keterbatasan anggaran akibat kebijakan efisiensi yang diterapkan pemerintah.
“Kami bersyukur meskipun dalam situasi efisiensi anggaran, kita masih dapat bertemu secara langsung di Kota Kendari. Pertemuan seperti ini sangat penting untuk memperkuat koordinasi, kolaborasi, dan sinergi antarkota,” katanya.
Salah satu isu utama yang menjadi perhatian dalam Raker kali ini adalah persoalan pengelolaan sampah. Menurut Siska, tema tersebut dipilih karena sejalan dengan agenda prioritas nasional dan menjadi perhatian langsung Presiden Republik Indonesia.
Untuk memperkaya pembahasan, APEKSI menghadirkan perwakilan Kementerian Lingkungan Hidup serta sejumlah kepala daerah yang dinilai berhasil menerapkan inovasi pengelolaan sampah di daerahnya.
“Kami berharap forum ini dapat melahirkan berbagai gagasan, inovasi, dan praktik terbaik yang dapat diterapkan di masing-masing daerah. Persoalan sampah tidak bisa diselesaikan sendiri-sendiri, tetapi membutuhkan kolaborasi dan keterlibatan masyarakat,” tegasnya.
Lebih jauh, Siska menegaskan bahwa kepemimpinannya di Komwil VI didasarkan pada tekad untuk mendorong kemajuan seluruh kota di kawasan timur Indonesia secara merata.
Ia mengaku tidak ingin hanya beberapa kota yang berkembang pesat sementara kota lainnya tertinggal. Karena itu, semangat “maju dan tumbuh bersama” menjadi fondasi utama dalam membangun kerja sama antaranggota APEKSI Komwil VI.
“Kita tidak mau hanya satu atau dua kota yang maju. Kita ingin seluruh 17 kota di wilayah timur berkembang bersama. Tidak boleh ada lagi kota yang tertinggal. Ini adalah misi besar yang terus kami perjuangkan,” ungkapnya.
Sementara itu, Wakil Ketua I APEKSI Komwil VI yang juga Wali Kota Ternate, Dr. H. M. Tauhid Soleman, menegaskan bahwa Raker Komwil merupakan forum yang sangat strategis dalam merumuskan rekomendasi kebijakan yang nantinya akan dibawa pada Rakernas APEKSI di Kota Medan.
Menurutnya, pemerintah daerah saat ini menghadapi tantangan yang tidak ringan, mulai dari keterbatasan fiskal, tekanan ekonomi global, hingga tuntutan peningkatan pelayanan publik.
Karena itu, kolaborasi antarkota menjadi solusi yang harus terus diperkuat agar setiap daerah mampu saling berbagi pengalaman, inovasi, dan praktik terbaik dalam menyelesaikan berbagai persoalan pembangunan.
“APEKSI harus menjadi ruang kolaborasi. Kita saling belajar, saling membantu, dan saling menguatkan untuk menghadapi tantangan pembangunan di daerah masing-masing,” ujarnya.
Pada kesempatan yang sama, Wakil Gubernur Sulawesi Tenggara Hugua memberikan apresiasi atas kepercayaan yang diberikan kepada Kota Kendari sebagai tuan rumah serta tingginya partisipasi para kepala daerah yang hadir dalam forum tersebut.
Menurutnya, kehadiran 17 pemerintah kota menunjukkan komitmen kuat untuk bersama-sama membangun kawasan timur Indonesia yang lebih maju, berdaya saing, dan berkelanjutan.
Melalui pelaksanaan Raker Komwil VI APEKSI Tahun 2026, Kota Kendari tidak hanya menjadi tempat berlangsungnya pertemuan para kepala daerah, tetapi juga menjadi pusat lahirnya gagasan, inovasi, dan kolaborasi yang diharapkan mampu mempercepat pembangunan kawasan timur Indonesia serta memperkuat kontribusinya terhadap kemajuan bangsa. (ADV)



























