Ketua DPD MAKN Muna PYM La Ode Riago: Silaturahmi Akbar KKMM Murni Ajang Persatuan dan Pelestarian Budaya

0

Kendari – Ketua Dewan Pengurus Daerah (DPD) Majelis Adat Kerajaan Nusantara (MAKN) Kabupaten Muna periode 2024–2029, PYM La Ode Riago, yang juga bergelar adat Sangia Kobenteno, menegaskan bahwa Silaturahmi Akbar Kerukunan Keluarga Masyarakat Muna (KKMM) Sulawesi Tenggara merupakan wadah mempererat persaudaraan masyarakat Muna dan melestarikan budaya, bukan agenda politik.

Hal tersebut disampaikannya usai menghadiri Silaturahmi Akbar KKMM Sultra di Pelataran Eks MTQ Kota Kendari, Minggu (19/7/2026).

Menurut PYM La Ode Riago, antusiasme masyarakat Muna yang hadir jauh melampaui ekspektasi panitia. Ribuan warga dari berbagai daerah di Sulawesi Tenggara berkumpul dalam suasana penuh kekeluargaan sebagai wujud kecintaan terhadap budaya dan identitas masyarakat Muna.

“Nilai utama dari kegiatan ini adalah kebersamaan. Bukan hanya masyarakat Muna yang tinggal di Kota Kendari, tetapi juga yang datang dari berbagai daerah. Bahkan masyarakat dari suku-suku lain di Kota Kendari ikut memberikan dukungan sehingga kegiatan ini berlangsung dengan sangat baik,” ujarnya.

PYM La Ode Riago menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah mendukung terselenggaranya kegiatan tersebut, khususnya Wali Kota Kendari dr. Hj. Siska Karina Imran, Gubernur Sulawesi Tenggara Mayjen TNI (Purn) Andi Sumangerukka, para bupati dan wali kota se-Sulawesi Tenggara, serta seluruh masyarakat Kota Kendari.

Menurutnya, keberhasilan Silaturahmi Akbar KKMM Sultra merupakan hasil kolaborasi seluruh elemen masyarakat dan pemerintah yang memiliki komitmen menjaga persatuan serta melestarikan budaya daerah.

Menanggapi adanya anggapan bahwa kegiatan tersebut memiliki muatan politik, PYM La Ode Riago menegaskan bahwa Silaturahmi Akbar KKMM Sultra murni merupakan kegiatan budaya dan tidak berkaitan dengan kepentingan politik praktis.

“Silaturahmi ini lahir dari semangat kebersamaan masyarakat Muna. Ini bukan agenda politik. Kegiatan seperti ini sudah pernah dilaksanakan sejak tahun 1994 pada masa Gubernur La Ode Kaimuddin dan kembali digelar pada masa kepemimpinan Asrun Lio. Jadi jangan dikaitkan dengan politik karena ini adalah kegiatan kultural,” tegasnya.

Ia juga memberikan apresiasi kepada Ketua Umum KKMM Sultra sekaligus Bupati Muna Barat, La Ode Darwin, yang dinilai berhasil menginisiasi dan menyatukan berbagai tokoh masyarakat Muna, baik yang berada di Kabupaten Muna, Muna Barat, Kota Kendari maupun dari luar Sulawesi Tenggara.

“Saya mengapresiasi kemampuan La Ode Darwin yang mampu menyatukan tokoh-tokoh Muna dari berbagai daerah. Ini merupakan langkah yang sangat baik dalam memperkuat persaudaraan masyarakat Muna,” katanya.

Saat ditanya mengenai kemungkinan dirinya terjun ke dunia politik, PYM La Ode Riago menegaskan bahwa saat ini ia memilih fokus menjalankan amanah sebagai tokoh adat dan Ketua DPD MAKN Kabupaten Muna.

“Fokus saya hari ini adalah bagaimana membesarkan kebudayaan Muna agar semakin dikenal, tidak hanya di tingkat nasional tetapi juga di tingkat internasional. Itu yang menjadi perhatian utama saya,” ungkapnya.

Terkait adanya dukungan masyarakat agar dirinya maju pada kontestasi politik di masa mendatang, La Ode Riago memilih menyerahkan hal tersebut kepada perkembangan waktu.

“Untuk itu, Insyaallah nanti kita lihat perkembangannya. Yang terpenting saat ini adalah menjaga persatuan dan membesarkan kebudayaan Muna,” pungkasnya.

Silaturahmi Akbar KKMM Sultra 2026 menjadi salah satu pertemuan terbesar masyarakat Muna di Sulawesi Tenggara. Selain mempererat tali persaudaraan, kegiatan tersebut juga mencatat sejarah dengan diraihnya Rekor MURI untuk kategori Ritual Haroa dengan Sajian Makanan Menggunakan Dulang Terbanyak sebanyak 1.228 dulang, sebagai simbol kuatnya semangat gotong royong dan pelestarian budaya masyarakat Muna. (HenQ)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here