Kendari – Pemerintah Kota Kendari resmi memulai operasional Sekolah Rakyat Terintegrasi (SRT) 2 melalui pembukaan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) Tahun Ajaran 2026/2027, Senin (3/8/2026). Program pendidikan berasrama yang menjadi bagian dari Program Strategis Nasional ini diharapkan mampu memperluas akses pendidikan sekaligus mempercepat pengentasan kemiskinan melalui peningkatan kualitas sumber daya manusia.
Pembukaan MPLS dipimpin langsung Wali Kota Kendari, dr. Hj. Siska Karina Imran, SKM, didampingi Wakil Wali Kota Kendari Sudirman, Sekretaris Daerah Kota Kendari Amir Hasan, unsur Forkopimda, jajaran Pemerintah Provinsi Sulawesi Tenggara, pimpinan OPD, instansi vertikal, serta berbagai mitra pemerintah.
Pada tahun ajaran perdana di gedung permanen, sebanyak 206 peserta didik baru mulai mengikuti MPLS, terdiri atas 26 siswa Sekolah Rakyat Dasar (SRD), 90 siswa Sekolah Rakyat Menengah Pertama (SRMP), dan 90 siswa Sekolah Rakyat Menengah Atas (SRMA). Seluruh peserta berasal dari Kota Kendari dan akan menjalani pendidikan dengan sistem berasrama. Bersama 133 siswa angkatan sebelumnya, jumlah penghuni Sekolah Rakyat kini mencapai 339 peserta didik.
Dalam sambutannya, Wali Kota Kendari Siska Karina Imran menegaskan bahwa Sekolah Rakyat bukan sekadar menyediakan ruang belajar, tetapi menjadi harapan baru bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu agar memperoleh pendidikan berkualitas tanpa terkendala kondisi ekonomi.
Menurutnya, pembangunan sumber daya manusia merupakan prioritas utama Pemerintah Kota Kendari. Kemajuan daerah tidak hanya ditentukan oleh pembangunan fisik dan infrastruktur, tetapi juga kualitas generasi penerus yang akan memimpin pembangunan di masa depan.
Berdasarkan pendataan Dinas Pendidikan bersama Dinas Sosial, saat ini masih terdapat hampir 1.000 anak usia SD dan SMP di Kota Kendari yang belum bersekolah. Kehadiran Sekolah Rakyat dengan kapasitas hingga 1.080 peserta didik diharapkan mampu menjadi solusi nyata untuk mengatasi persoalan tersebut.
“Insya Allah dengan kapasitas Sekolah Rakyat ini, kita optimistis dapat menuntaskan anak tidak sekolah di Kota Kendari mulai tahun 2026,” ujar Siska.
Wali Kota juga memastikan bahwa meski pembangunan kawasan sekolah masih terus berlangsung, seluruh fasilitas utama telah siap digunakan. Fasilitas tersebut meliputi gedung pembelajaran, asrama putra dan putri, gedung serbaguna, perpustakaan, laboratorium komputer, laboratorium bahasa, laboratorium sains, dapur, gudang logistik, kantin, hingga ruang kelas yang representatif.
Selain pendidikan akademik, peserta didik juga memperoleh layanan pemenuhan gizi, layanan kesehatan, pembinaan karakter, serta pendidikan kedisiplinan. Ke depan, kawasan sekolah juga akan dilengkapi berbagai fasilitas olahraga, termasuk lapangan basket dan kolam renang yang akan dibangun oleh pemerintah pusat.
Sementara itu, Kepala Sentra Meohai Kendari, Muhamad Gunawan, dalam laporannya menyampaikan bahwa Sekolah Rakyat merupakan salah satu program strategis pemerintah sebagai bentuk nyata kehadiran negara dalam memberikan akses pendidikan berkualitas kepada anak-anak dari keluarga kurang mampu.
Menurutnya, program tersebut lahir dari keyakinan bahwa pendidikan merupakan jalan paling efektif untuk memutus rantai kemiskinan antargenerasi. Karena itu, pemerintah tidak hanya menghadirkan layanan pendidikan formal, tetapi juga sistem pembinaan yang menyeluruh.
“Peserta didik memperoleh pendidikan akademik yang bermutu, penguatan karakter, pembinaan kedisiplinan, pemenuhan kebutuhan dasar, serta lingkungan belajar yang aman, nyaman, dan mendukung perkembangan mereka secara optimal,” jelas Muhamad Gunawan.
Ia menambahkan, pelaksanaan MPLS menjadi langkah awal yang sangat penting bagi seluruh peserta didik untuk mengenal lingkungan sekolah, membangun rasa percaya diri, menanamkan nilai integritas, gotong royong, disiplin, dan semangat meraih masa depan yang lebih baik.
Usai membuka MPLS, Wali Kota Kendari bersama Wakil Wali Kota, jajaran Pemerintah Provinsi Sulawesi Tenggara, Forkopimda, serta para tamu undangan meninjau sejumlah fasilitas Sekolah Rakyat Terintegrasi 2, mulai dari ruang belajar, asrama hingga ruang makan peserta didik.
Dengan dukungan Pemerintah Pusat, Pemerintah Provinsi Sulawesi Tenggara, Pemerintah Kota Kendari, serta seluruh pemangku kepentingan, Sekolah Rakyat Terintegrasi 2 diharapkan menjadi tonggak baru pemerataan akses pendidikan di Sulawesi Tenggara sekaligus mencetak generasi yang unggul, berkarakter, dan mampu memutus rantai kemiskinan melalui pendidikan. (HenQ)





















