Kendari – Dewan Pimpinan Daerah Lembaga Adat Tolaki (LAT) Kota Kendari mulai mematangkan rencana pembangunan rumah adat Laika Aha sebagai ikon budaya baru di Kota Kendari.
Pembahasan tersebut mengemuka dalam rapat yang dipimpin langsung Ketua Harian LAT Kota Kendari, Amir Hasan, di ruang rapat Sekretaris Daerah Kota Kendari, Kamis (16/4/2026).

Rapat difokuskan pada perencanaan pembangunan rumah adat Laika Aha yang direncanakan berlokasi di kawasan Hutan Baruga. Pembangunan ini menjadi bagian dari upaya memperkuat identitas budaya Tolaki di tengah perkembangan Kota Kendari sebagai kota modern.
Ketua Harian LAT Kota Kendari, Amir Hasan, menjelaskan bahwa rencana pembangunan tersebut merupakan tindak lanjut dari arahan Wali Kota Kendari untuk menghadirkan ikon budaya lokal yang representatif serta memiliki nilai historis.
“Pembangunan Laika Aha merupakan langkah menghadirkan simbol budaya Tolaki di Kota Kendari, sekaligus memperkuat identitas kearifan lokal sebagaimana arahan Wali Kota,” ujarnya.
Laika Aha dikenal sebagai rumah adat khas masyarakat Tolaki yang sarat filosofi. Tidak hanya berfungsi sebagai tempat tinggal, rumah adat ini juga melambangkan kehidupan sosial, nilai adat, serta kebersamaan masyarakat Tolaki.
Dalam rapat tersebut, sejumlah aspek strategis mulai dibahas, meliputi penentuan titik lokasi detail, konsep pembangunan, hingga penguatan nilai-nilai adat yang akan diangkat dalam desain arsitektur Laika Aha.
Kawasan Hutan Baruga dipilih karena dinilai memiliki posisi strategis serta berpotensi dikembangkan sebagai kawasan budaya dan wisata berbasis kearifan lokal.
Selain menjadi ikon budaya daerah, pembangunan Laika Aha juga diharapkan mampu mendorong pengembangan sektor pariwisata sekaligus menjadi ruang edukasi budaya bagi masyarakat, khususnya generasi muda, agar lebih mengenal dan memahami warisan budaya Tolaki.
LAT Kota Kendari menilai keberadaan rumah adat tersebut nantinya tidak hanya menjadi simbol fisik, tetapi juga pusat aktivitas budaya yang dapat dimanfaatkan untuk berbagai kegiatan adat, pelestarian tradisi, hingga event kebudayaan.
Rapat ini menjadi langkah awal penyamaan persepsi seluruh pihak terkait sebelum memasuki tahap perencanaan teknis dan realisasi pembangunan.
Melalui rencana pembangunan Laika Aha, Pemerintah Kota Kendari bersama lembaga adat berharap identitas budaya lokal tetap terjaga di tengah arus modernisasi, sekaligus memastikan warisan leluhur terus hidup dan dikenal luas oleh masyarakat. (Red)


























