YOGYAKARTA – Wali Kota Kendari, dr. Hj. Siska Karina Imran, SKM, memaparkan potensi dan capaian pembangunan Kota Kendari di hadapan delegasi China–Indonesia Dialogue on Local Government Cooperation 2026, Selasa (11/8/2026).
Kegiatan yang berlangsung di Bima Room, Balai Kota Yogyakarta, tersebut diselenggarakan oleh United Cities and Local Governments Asia-Pacific (UCLG ASPAC) bersama Chinese People’s Association for Friendship with Foreign Countries (CPAFFC) dan Pemerintah Kota Yogyakarta.
Forum ini mempertemukan pemerintah daerah Indonesia dan China untuk membahas peluang kerja sama sekaligus memperkuat hubungan antardaerah kedua negara.
Dalam pemaparannya, Siska menyampaikan sejumlah indikator pembangunan Kota Kendari, mulai dari Indeks Pembangunan Manusia (IPM), pertumbuhan ekonomi, investasi, pariwisata hingga potensi industri dan sumber daya alam.
Siska mengatakan IPM Kota Kendari pada 2026 mencapai 86,36, meningkat dibandingkan 2024 yang berada pada angka 85,97.
“Alhamdulillah, IPM Kota Kendari di tahun 2026 meningkat menjadi 86,36. Ini menjadi indikator penting bagi pemerintah daerah dalam melihat keberhasilan pembangunan,” kata Siska.
Ia menyebut peningkatan tersebut sejalan dengan visi Pemerintah Kota Kendari untuk mewujudkan kota yang layak huni, semakin maju, berdaya saing, adil, sejahtera dan berkelanjutan.
Dari sisi ekonomi, Siska menyampaikan pertumbuhan ekonomi Kota Kendari meningkat dari 4,81 persen pada 2024 menjadi 5,16 persen pada 2025.
Sementara PDRB per kapita Kota Kendari disebut mencapai sekitar Rp85,16 juta per tahun, dengan total investasi sekitar Rp2,2 triliun.
Sektor pariwisata menjadi salah satu potensi yang dipaparkan Siska kepada delegasi.
Ia menyebut jumlah kunjungan ke Kota Kendari pada 2025 mencapai sekitar 363 ribu kunjungan, termasuk wisatawan mancanegara dari 37 negara.
Salah satu destinasi unggulan yang disampaikan adalah Pantai Nambo. Hingga 2026, jumlah kunjungan ke Pantai Nambo mencapai sekitar 77.893 orang.
Siska juga menyampaikan peningkatan pendapatan dari kawasan Pantai Nambo. Jika sebelumnya pendapatan asli daerah dari kawasan tersebut sekitar Rp124 juta, hingga Juli 2026 telah meningkat menjadi sekitar Rp1 miliar.
“Ini merupakan salah satu titik yang kami kembangkan melalui revitalisasi kawasan. Kami ingin kawasan wisata juga menjadi kawasan ekonomi,” ujarnya.
Selain Pantai Nambo, Siska memperkenalkan Kebun Raya Kendari sebagai salah satu destinasi unggulan. Pada 2026, Kebun Raya Kendari mencatat sekitar 44.127 kunjungan.
Kendari Tawarkan Kawasan Industri 1.500 Hektare
Siska juga memaparkan potensi pertanian, perikanan, industri pengolahan dan kerajinan yang dimiliki Kota Kendari.
Menurutnya, meskipun merupakan wilayah perkotaan, Kendari memiliki potensi pertanian seperti kelapa dan kakao serta potensi perikanan karena berada di wilayah pesisir.
Dalam forum tersebut, Pemerintah Kota Kendari juga menawarkan peluang kerja sama pengembangan kawasan industri seluas kurang lebih 1.500 hektare.
“Kami juga menawarkan kerja sama kawasan industri yang luasnya kurang lebih 1.500 hektare. Mudah-mudahan ini bisa menjadi peluang kerja sama yang baik,” kata Siska.
Ia mengundang para delegasi dan calon mitra dari China untuk melihat langsung potensi yang dimiliki Kota Kendari.
“Kami berharap bapak dan ibu yang hadir di sini dapat datang ke Kota Kendari, karena banyak potensi yang sangat menjanjikan untuk kita kembangkan bersama, bukan hanya untuk nasional tetapi juga internasional,” ujarnya.
Siska menegaskan Pemerintah Kota Kendari terbuka terhadap kerja sama internasional.
“Visi kami, Kota Kendari terbuka untuk semua,” tegasnya.
Disesi kedua ini, menghadirkan sejumlah narasumber dari Indonesia dan China.
Duta Besar Dr. Al Busyra Basnur, Presiden Perhimpunan Persahabatan Indonesia-Tiongkok (PPIT), serta Ms. Tan Mingming, Deputy Director General, Foreign Affairs Office of Dezhou (Shandong), China.
Sesi tersebut menghadirkan juga Maulana, Wali Kota Jambi; Ms. Zheng Shunmei, Director of the Division for Asian Affairs, Beijing People’s Association for Friendship with Foreign Countries; Wali Kota Kendari Siska Karina Imran; serta Mr. Wang Xingbing, Vice President, Nanchang People’s Association for Friendship with Foreign Countries.
Selain itu, hadir Ms. Dessy Ayutrisna, Wakil Wali Kota Pangkal Pinang, dan Ahmad Dzulfikar Nurrahman, Head of the Environmental Agency, Malang Regency.
Kehadiran para narasumber dari pemerintah daerah Indonesia dan organisasi persahabatan serta pemerintahan China tersebut menjadi bagian dari agenda pertukaran pengalaman dan penjajakan peluang kerja sama antardaerah.
Forum China–Indonesia Dialogue on Local Government Cooperation 2026 mengangkat tema “Set Sail on a New Voyage: Local Cooperation for Building a China-Indonesia Community with a Shared Future.”
Melalui forum tersebut, pemerintah daerah dari kedua negara didorong membangun komunikasi dan kerja sama yang lebih konkret di berbagai bidang, termasuk investasi, pariwisata, kebudayaan, ekonomi, lingkungan, mobilitas dan pengembangan kapasitas daerah.
Bagi Kota Kendari, forum tersebut menjadi momentum untuk memperkenalkan potensi daerah sekaligus membuka peluang kerja sama dengan mitra dari China. (HenQ)






















