Kendari – Wali Kota Kendari Siska Karina Imran mengajak seluruh organisasi perangkat daerah (OPD), instansi pemerintah, hingga masyarakat untuk mengoptimalkan pemanfaatan lahan kosong sebagai bagian dari upaya menekan inflasi sekaligus memperkuat ketahanan pangan di Kota Kendari.
Hal itu disampaikan Siska saat membuka kegiatan Penanaman Bibit Cabai di Demplot Dinas Pertanian Kota Kendari, Jumat (21/8/2026). Kegiatan berlangsung di lahan percontohan Dinas Pertanian Kota Kendari, di samping Gedung TP PKK Kota Kendari.
Siska mengatakan, kegiatan penanaman cabai merupakan salah satu langkah konkret pemerintah daerah dalam mengendalikan inflasi, meningkatkan produksi pangan, serta mengoptimalkan lahan yang tersedia di wilayah perkotaan.
“Kegiatan hari ini adalah upaya kita mengendalikan inflasi, meningkatkan produksi pangan, mengoptimalkan pemanfaatan lahan yang tersedia, dan memperkuat ketahanan pangan di Kota Kendari,” kata Siska.
Menurutnya, meskipun Kota Kendari bukan merupakan daerah yang mampu memproduksi kebutuhan pangan secara utuh, pemerintah tetap dapat melakukan berbagai upaya untuk mengurangi ketergantungan pasokan dari daerah lain.
Salah satu komoditas yang menjadi perhatian adalah cabai. Siska menyebut harga cabai saat ini menunjukkan tren kenaikan. Harga cabai rawit disebut telah mendekati Rp70 ribu per kilogram, sementara cabai keriting berada di kisaran Rp57 ribu per kilogram.
“Dengan kondisi seperti ini, kita harus melakukan langkah-langkah agar ketergantungan kita terhadap daerah lain bisa ditekan. Minimal produksi yang bisa kita hasilkan sendiri dapat membantu mengurangi pengeluaran,” ujarnya.
Siska juga mengungkapkan, tekanan inflasi di Kota Kendari sebelumnya sempat mengalami peningkatan. Namun, pemerintah bersama instansi terkait terus melakukan berbagai intervensi agar angka tersebut dapat kembali ditekan.
Ia meminta perangkat daerah untuk terus melakukan identifikasi terhadap faktor penyebab inflasi sekaligus menyiapkan langkah cepat dalam merespons kenaikan harga komoditas.
“Kalau ada faktor yang menyebabkan inflasi, kita harus pikirkan apa upaya kita supaya secepat mungkin harga itu bisa turun. Apakah pemerintah harus memberikan subsidi atau langkah lainnya,” jelasnya.
Selain sebagai langkah pengendalian inflasi, Siska menilai pemanfaatan lahan kosong memiliki banyak manfaat. Tidak hanya menghasilkan bahan pangan, kegiatan tersebut juga dapat mengurangi pengeluaran rumah tangga serta membuat lingkungan menjadi lebih hijau dan asri.
Ia bahkan mencontohkan pemanfaatan lahan di sekitar lingkungan rumah dan kantor untuk menanam berbagai kebutuhan pangan.
“Kenapa kita harus memanfaatkan pekarangan? Banyak sisi positifnya. Pengeluaran berkurang, estetika lingkungan menjadi lebih cantik dan indah, sekaligus menyegarkan hati dan pikiran,” tuturnya.
Siska menegaskan, pemerintah tidak cukup hanya mengeluarkan kebijakan atau mengajak masyarakat memanfaatkan pekarangan. Pemerintah juga harus memberikan contoh nyata melalui pemanfaatan lahan di lingkungan perkantoran.
Karena itu, ia mendorong seluruh OPD yang memiliki lahan kosong untuk menjadikannya sebagai area produktif, baik untuk tanaman cabai maupun komoditas hortikultura lainnya.
“Kalau ada lahan kosong di lingkungan kantor, mari dimanfaatkan. Tidak harus tanah yang luas. Kalau hanya memiliki polybag, pot, atau ruang yang tersedia, itu juga bisa dimanfaatkan,” katanya.
Ia berharap gerakan pemanfaatan pekarangan tersebut tidak berhenti pada kegiatan penanaman cabai hari ini. Menurutnya, gerakan serupa perlu diterapkan secara berkelanjutan di lingkungan OPD, jajaran Forkopimda, perkantoran, hingga masyarakat.
Sementara itu, Kepala Dinas Pertanian Kota Kendari Imran Ismail dalam laporannya menyampaikan bahwa kegiatan tersebut merupakan bagian dari upaya pemerintah daerah mengoptimalkan pemanfaatan lahan kosong dan pekarangan untuk mendukung ketahanan pangan.
Dinas Pertanian juga menyatakan kesiapan memberikan dukungan benih atau bibit komoditas hortikultura bagi masyarakat yang berminat melakukan penanaman di lahan kosong, pekarangan, lahan kantor, kawasan sekolah maupun lingkungan lainnya.
Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan penanaman bibit cabai secara simbolis oleh Wali Kota Kendari bersama para tamu undangan serta penyerahan bantuan kepada kelompok tani.
Melalui gerakan tersebut, Pemkot Kendari berharap pemanfaatan lahan kosong dapat berkembang menjadi gerakan bersama masyarakat, sehingga produksi pangan lokal meningkat, ketergantungan pasokan dari luar daerah berkurang dan tekanan inflasi dapat dikendalikan. (HenQ)
























