Kendari – Musim kemarau yang dipengaruhi fenomena El Nino mulai memberikan dampak terhadap sektor pertanian di Kota Kendari. Salah satu wilayah yang terdampak cukup signifikan berada di kawasan persawahan Amohalo.
Kepala Dinas Pertanian Kota Kendari, Imran Ismail, mengatakan kondisi kekeringan terjadi akibat terbatasnya ketersediaan sumber air pada jaringan irigasi maupun bendungan yang selama ini menopang kebutuhan air lahan persawahan.
“Musim kemarau atau El Nino memberi dampak kekeringan, khususnya di wilayah persawahan Amohalo. Sumber air pada jaringan irigasi dan bendungan saat ini sangat terbatas,” kata Imran.
Menurutnya, dari total luas pertanaman pada Musim Tanam (MT) I 2026 yang mencapai 335 hektare, sekitar 110 hektare telah terdampak kekeringan. Dari luasan tersebut, sebanyak 32 hektare masuk dalam kategori terdampak berat.
Dalam kondisi tersebut, aliran Sungai Wanggu menjadi salah satu sumber air yang masih diharapkan dapat membantu memenuhi kebutuhan pengairan lahan pertanian.
Imran menjelaskan, Pemerintah Kota Kendari melalui Dinas Pertanian terus melakukan monitoring sekaligus pemetaan terhadap wilayah persawahan yang terdampak kekeringan.
Selain penanganan di lapangan, Pemkot Kendari juga memperkuat koordinasi dengan sejumlah instansi terkait, di antaranya Balai Wilayah Sungai (BWS) Wilayah IV Sulawesi, Balai Besar Penerapan Modernisasi Pertanian (BBRMP) Sultra, serta Dinas Pertanian Provinsi Sulawesi Tenggara.
“BWS hari ini telah menurunkan bantuan berupa pompa air mobile untuk membantu penanganan kekeringan di wilayah persawahan,” jelasnya.
Sementara itu, BBRMP Sultra juga telah mengambil langkah penanganan jangka panjang dengan berkoordinasi bersama Kementerian Pertanian. Upaya tersebut diarahkan pada pembangunan dan perbaikan sarana prasarana pertanian, termasuk rehabilitasi dan pembangunan jaringan pengairan, pembangunan embung, serta bantuan pompa air.
Dukungan juga datang dari Pemerintah Provinsi Sulawesi Tenggara melalui Dinas Pertanian yang memberikan bantuan empat unit pompa air untuk mendukung pengairan lahan pertanian yang terdampak.
Di tingkat kota, Pemerintah Kota Kendari mengambil langkah tanggap darurat dengan melakukan pengadaan tiga unit pompa air berukuran 6 inci.
Imran berharap langkah penanganan yang dilakukan secara bersama-sama oleh pemerintah pusat, pemerintah provinsi, dan Pemerintah Kota Kendari dapat mempercepat pemulihan kondisi lahan persawahan.
“Semoga kerja kolaboratif semua pihak dapat mengatasi kekeringan dan mencegah terjadinya gagal panen,” ujarnya. (HenQ)



























