Menuju Bulan Mei “Bulan Indonesia Menggambar” (Bulan Menggambar Nasional) dan Audiensi Bersama Menteri Kebudayaan Republik Indonesia

0

Yogyakarta – Perkumpulan Indonesia Raya Menggambar secara resmi menyerahkan naskah akademik usulan penetapan Bulan Mei sebagai “Bulan Indonesia Menggambar” kepada Kementerian Kebudayaan Republik Indonesia. Langkah ini menjadi tonggak awal dalam memperjuangkan pengakuan nasional terhadap praktik menggambar sebagai bagian penting ekosistem kebudayaan Indonesia.

Naskah akademik tersebut disusun oleh tim formatur Indonesia Menggambar 2026 yang menegaskan bahwa menggambar bukan sekadar keterampilan teknis seni rupa, melainkan praktik budaya yang memiliki dimensi edukatif, historis, psikologis, filosofis, hingga sosial.

Dalam kajian tersebut, menggambar diposisikan sebagai medium strategis dalam penguatan literasi visual, pengembangan kognitif, ekspresi emosional, serta pembentukan karakter individu dan masyarakat.

Secara historis, praktik menggambar di Indonesia memiliki akar panjang sejak masa prasejarah, yang ditandai dengan keberadaan lukisan gua di berbagai wilayah Nusantara, termasuk di Kalimantan dan Sulawesi. Temuan tersebut menunjukkan bahwa menggambar telah menjadi cara manusia Nusantara berkomunikasi, merekam pengalaman, sekaligus membangun sistem pengetahuan sejak ribuan tahun lalu.

Dari sisi pendidikan, aktivitas menggambar dinilai berkontribusi besar dalam meningkatkan kemampuan berpikir tingkat tinggi, kreativitas, serta keterampilan motorik halus. Selain itu, menggambar juga menjadi media ekspresi dan katarsis yang membantu individu mengelola emosi dan menjaga keseimbangan psikologis.

Pemilihan bulan Mei sebagai Bulan Indonesia Menggambar didasarkan pada sejumlah momentum nasional penting, di antaranya Hari Pendidikan Nasional (2 Mei), Hari Perpustakaan Nasional (17 Mei), Hari Kebangkitan Nasional (20 Mei), serta momentum kelahiran pelukis modern Indonesia, Raden Saleh Syarif Bustaman.
Sejak 2022, komunitas yang tergabung dalam

Perkumpulan Indonesia Raya Menggambar telah menginisiasi gerakan kolektif menggambar secara nasional melalui deklarasi Hari Menggambar Nasional dan penyelenggaraan kegiatan seni gambar serentak di berbagai daerah, mulai dari Sabang hingga Merauke. Kegiatan tersebut meliputi pameran, workshop, kelas edukasi, hingga aktivasi ruang publik yang melibatkan berbagai lapisan masyarakat.

Sebagai bagian dari advokasi kebijakan, Perkumpulan Indonesia Raya Menggambar juga melakukan audiensi resmi dengan Menteri Kebudayaan Republik Indonesia, Fadli Zon. Pertemuan ini menjadi ruang dialog strategis untuk menyampaikan landasan akademik sekaligus potensi besar gerakan menggambar dalam penguatan budaya visual nasional.

Audiensi tersebut dihadiri EdoPop selaku Presiden Indonesia Raya Menggambar sekaligus tim perumus naskah akademik, Syamsul Barry, Hajar Pamadhi, serta Dio Pamola sebagai kurator Pameran Seni Gambar Nasional 2026.

Dalam pertemuan tersebut turut dipaparkan rencana pelaksanaan Pameran Nasional Indonesia Menggambar 2026 yang akan melibatkan 303 komunitas seni dari seluruh Indonesia. Pameran dijadwalkan berlangsung pertengahan Mei 2026 di Gallery RJ Katamsi, Institut Seni Indonesia Yogyakarta sebagai ruang pertemuan lintas komunitas, generasi, dan pendekatan dalam praktik menggambar.

Gerakan Bulan Indonesia Menggambar diharapkan tidak hanya menjadi agenda seremonial, tetapi berkembang menjadi gerakan kolektif nasional melalui praktik pendidikan, workshop, pameran, intervensi ruang publik, hingga eksplorasi visual berbasis teknologi digital, kecerdasan buatan, dan media interaktif.

Indonesia Raya Menggambar menilai bahwa di tengah perkembangan teknologi digital, Internet of Things (IoT), kecerdasan buatan, serta realitas virtual dan augmented reality, literasi visual menjadi kebutuhan mendasar masyarakat modern. Dalam konteks tersebut, menggambar dipandang sebagai fondasi penting dalam memahami sekaligus membentuk budaya visual masa kini dan masa depan.

Pertemuan audiensi menghasilkan komitmen bahwa naskah akademik pengusulan Bulan Indonesia Menggambar akan segera ditindaklanjuti oleh Kementerian Kebudayaan melalui mekanisme kajian kebijakan yang berlaku.

Menteri Kebudayaan Fadli Zon juga menyampaikan dukungan terhadap inisiatif tersebut, sekaligus mendorong keterlibatan masyarakat luas untuk aktif menyelenggarakan kegiatan menggambar di berbagai sektor kehidupan.

Melalui gerakan ini, Perkumpulan Indonesia Raya Menggambar mengajak komunitas seni, pendidik, pelajar, serta masyarakat di seluruh Indonesia untuk berpartisipasi aktif menyemarakkan Bulan Indonesia Menggambar setiap bulan Mei sebagai upaya memperkuat identitas visual bangsa dan memperluas akses berkesenian bagi masyarakat. (Rls)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here