Ketua DPRD Kota Kendari Menghadiri Launching Sekolah Inklusif di SMPN 2 Kendari

0

Kendari – Ketua DPRD Kota Kendari, H. Subhan menghadiri acara launching Sekolah penyelenggara pendidikan Inklusif pertama di SMP Negeri 02 kendari. Selasa, (13/6/2023).

Hadir pada kegiatan tersebut Pj. Walikota Kendari yang diwakili Staf Ahli Andi Dajeng, Kadis Dikmudora Kota kendari Saemina, Kadis pembudayaan perempuan dan perlindungan Anak Siti Ganef, kepala sekolah SMP 02 beserta jajarannya dan dimeriahkan dengan penampilan musik bambu oleh siswa SMP Negeri 02 Kendari.

Staf Ahli Wali Kota Kendari Andi Dajeng menjelaskan, pendidikan inklusif adalah sistem penyelenggaraan pendidikan yang memberikan kesempatan kepada semua peserta didik, yang memiliki kelainan dan memiliki potensi kecerdasan dan/atau bakat istimewa untuk mengikuti pendidikan atau pembelajaran dalam satu lingkungan pendidikan secara bersama-sama dengan peserta didik pada umumnya.

Menurutnya, pendidikan inklusif memberikan kesempatan yang sama kepada setiap anak, untuk mendapat pendidikan tanpa memandang kondisi anak baik non disabilitas maupun dengan kondisi disabilitas. Hal ini memungkinkan peserta didik berkebutuhan khusus bersekolah di sekolah reguler.
“Melalui pendidikan inklusif akan mendukung pencapaian pembangunan sumber daya manusia dalam mencapai program wajib belajar dan mengentaskan anak putus sekolah baik anak non disabilitas maupun anak disabilitas,” ungkapnya dalam sambutan.

Andi Dajeng menambahkan, komitmen penyelenggaraan sekolah inklusif telah dibuat dalam bentuk surat keputusan Dinas Pendidikan Kepemudaan dan Olahraga (Dikmudora) sejak tahun 2020, namun masih membutuhkan beberapa inovasi dan pendekatan untuk mengoptimalkan pelaksanaannya.

“Hadirnya program inklusi di Kota Kendari menjadi dukungan baru bagi dinas Dikmudora untuk mewujudkan penyelenggaraan sekolah inklusif,” ungkapnya.

sementara itu, dalam sambutannya ketua DPRD Kota Kendari mengatakan program pendidikan Inklusif membutuhkan dukungan dari semua pihak termaksud DPRD dan pemerintah Kota Kendari.

“Semoga ini bisa memberikan sesuatu yang lebih dan bisa berkembang ke sekolah lain kami DPRD akan selalu mendukung , mengawal dari kebijakan anggaran dan saya berharap bukan hanya SMP 02 saja tapi sekolah sekolah lain setelah di launching ini bisa teruskan dikembangkan” tegasnya.

Selanjutnya beliau juga berharap agar dengan adanya penyelenggaraan pendidikan Inklusif dikota Kendari dapat mewujudkan kesetaraan dan hak setiap Warga negara untuk mendapatkan pendidikan yang berkeadilan kepada masyarakat yang berada dalam kondisi apapun.

Sementara itu, kepala SMPN 2 Kendari Abdul Wahid menjelaskan, akan menyediakan sebanyak 15 persen kuota penerimaan siswa baru tahun 2023/2024 untuk siswa berkebutuhan khusus. Termasuk menyediakan infrastruktur pendukung.

Selain itu pihak sekolah juga akan menyediakan sejumlah alat bantu untuk menunjang proses belajar siswa berkebutuhan khusus.

“Tahun 2024, kami dianggaran BOS akan menganggarkan untuk pembelian kacamata bagi anak-anak yang low vision yang tidak mampu, termasuk alat bantu dengar bagi anak-anak yang punya keterbatasan di telinga. Di SMP 2 ini ada 27 anak-anak berkebutuhan khusus,” katanya.

Acara kemudian dilanjutkan dengan pemukulan Gendang oleh Ketua DPRD Kota Kendari bersama Staf ahli Walikota Kendari yang menandai dibukanya pendidikan Inklusif pertama di Kota kendari SMP Negeri 02 kendari.

Untuk diketahui, sekolah inklusi adalah lembaga pendidikan yang mendasarkan diri pada prinsip inklusi, kesetaraan, dan keadilan. Dalam sekolah inklusi, setiap siswa, tanpa memandang kebutuhan atau kemampuannya, diterima dengan tangan terbuka dan diakomodasi secara penuh.

Lingkungan belajar yang inklusif menciptakan kesempatan bagi siswa dengan kebutuhan khusus untuk belajar bersama teman sebaya mereka, berinteraksi secara sosial, dan mengembangkan potensi mereka secara maksimal.(ADV)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here