Kendari, Trijayakendari.com – Pemerintah Kota Kendari terus memperkuat komitmennya dalam membangun kawasan pesisir yang produktif dan berdaya saing. Komitmen tersebut diwujudkan melalui dukungan penuh terhadap Program Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP) yang ditandai dengan peletakan batu pertama pembangunan di Kelurahan Puday, Kecamatan Abeli, Senin (20/7/2026).
Kegiatan yang diselenggarakan Direktorat Jenderal Perikanan Tangkap Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) itu dihadiri Wali Kota Kendari, dr. Hj. Siska Karina Imran, SKM, jajaran Forkopimda, perangkat daerah, perwakilan KKP, serta masyarakat pesisir.
Dalam sambutannya, Wali Kota Siska Karina Imran menegaskan bahwa pembangunan Kampung Nelayan Merah Putih merupakan bagian dari strategi besar pemerintah pusat untuk mewujudkan Asta Cita Presiden Republik Indonesia, khususnya memperkuat kemandirian ekonomi, ketahanan pangan nasional, serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat pesisir.
Menurutnya, program tersebut merupakan implementasi dari Peraturan Presiden Nomor 12 Tahun 2025 tentang RPJMN 2025–2029, yang menjadikan pembangunan kawasan pesisir sebagai salah satu prioritas nasional.
“Kota Kendari merupakan kota pesisir yang berada di jantung Teluk Kendari. Dari 65 kelurahan yang ada, sebanyak 35 kelurahan berada di kawasan pesisir. Karena itu, pembangunan Kampung Nelayan Merah Putih sangat relevan untuk meningkatkan produktivitas sektor kelautan dan perikanan sekaligus menghadirkan kesejahteraan bagi masyarakat,” ujar Siska.
Ia menjelaskan, pembangunan kawasan pesisir tidak cukup hanya menghadirkan infrastruktur seperti dermaga maupun tambatan perahu. Lebih dari itu, harus mampu membangun ekosistem ekonomi yang terintegrasi melalui peningkatan nilai tambah hasil perikanan, penguatan rantai pasok, perluasan akses pembiayaan, hingga membuka peluang usaha baru berbasis potensi kelautan yang dikelola masyarakat.
“Pemerintah Kota Kendari siap bersinergi dengan Kementerian Kelautan dan Perikanan, Pemerintah Provinsi Sulawesi Tenggara, dunia usaha, perguruan tinggi, lembaga keuangan, serta koperasi nelayan agar kawasan ini berkembang menjadi sentra ekonomi pesisir yang mampu menciptakan lapangan kerja baru,” katanya.
Wali Kota mengungkapkan, usulan pembangunan KNMP telah diajukan Pemkot Kendari sejak Juni 2025 di empat lokasi, yakni Kelurahan Puday, Lapulu, Sambuli, dan Tondonggeu. Setelah melalui proses verifikasi oleh KKP, tiga lokasi akhirnya ditetapkan sebagai penerima program, yakni Kelurahan Puday, Sambuli, dan Tondonggeu.
Ketiga kawasan tersebut dipilih karena sekitar 80 persen penduduknya berprofesi sebagai nelayan dengan berbagai jenis alat tangkap seperti rawai, sero, pancing, hingga penangkapan cumi.
Program tersebut diproyeksikan memberikan manfaat langsung kepada 1.139 kepala keluarga nelayan, terdiri atas 425 KK di Kelurahan Puday, 452 KK di Kelurahan Sambuli, dan 262 KK di Kelurahan Tondonggeu.
Pada kategori pembangunan penyangga, kawasan ini akan dilengkapi berbagai fasilitas pendukung, antara lain tambatan perahu, shelter pendaratan ikan, pabrik es portabel, kios perbekalan nelayan, tangki air, instalasi pengolahan air limbah, jalan lingkungan, drainase, penerangan kawasan, hingga dinding penahan tanah.
Menurut Siska, seluruh fasilitas tersebut diharapkan mampu meningkatkan efisiensi usaha perikanan, memperkuat akses pasar, memperluas akses permodalan, serta meningkatkan pendapatan masyarakat nelayan.
Ia juga mengajak seluruh masyarakat untuk ikut menjaga dan merawat fasilitas yang akan dibangun agar manfaatnya dapat dirasakan dalam jangka panjang.
“Keberhasilan program ini tidak hanya ditentukan oleh pemerintah, tetapi juga oleh partisipasi aktif masyarakat sebagai penerima manfaat utama. Mari kita jaga bersama agar Kampung Nelayan Merah Putih benar-benar menjadi kawasan pesisir yang maju, produktif, dan berdaya saing,” tegasnya.
Sementara itu, Wakil Sah PPK Kampung Nelayan Merah Putih, Trimuji Aulia, menjelaskan bahwa pembangunan di Kota Kendari memiliki nilai kontrak sekitar Rp11 miliar dengan masa pelaksanaan 305 hari.
Pekerjaan tersebut mencakup pembangunan di tiga lokasi, yakni Puday, Sambuli, dan Tondonggeu, lengkap dengan berbagai fasilitas pendukung seperti tambatan perahu, shelter pendaratan ikan, kios nelayan, sistem distribusi air bersih, sumur bor, penerangan kawasan, jalan lingkungan, drainase, hingga fasilitas penunjang lainnya.
Menurutnya, pembangunan ini diharapkan mampu meningkatkan kualitas pelayanan sektor perikanan, memperkuat ekonomi lokal, membuka lapangan kerja baru, sekaligus menjadi contoh pembangunan kawasan pesisir yang terintegrasi dan berkelanjutan di Sulawesi Tenggara.
Ketua Tim Kerja Operasional Pelabuhan Perikanan Samudera Kendari, Mukhtar, juga berharap Pemerintah Kota Kendari terus mengusulkan lokasi-lokasi baru agar semakin banyak kampung nelayan memperoleh program serupa.
Ia menyebut, dari target nasional sebanyak 1.228 Kampung Nelayan Merah Putih, saat ini baru sekitar 800 lokasi yang telah teridentifikasi sehingga peluang bagi daerah masih terbuka.
Dengan dimulainya pembangunan Kampung Nelayan Merah Putih di Kota Kendari, Pemerintah Kota Kendari optimistis kawasan pesisir akan berkembang menjadi pusat pertumbuhan ekonomi baru yang mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat nelayan, memperkuat sektor perikanan, sekaligus mendukung visi Indonesia sebagai poros maritim dunia. (ADV)


























