Kendari — Pemerintah Kota Kendari melalui Dinas Sosial mengambil langkah konkret dalam menjaga ketertiban dan kenyamanan kota menjelang pelaksanaan UCLG ASPAC 2026. Bersama Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kota Kendari, Dinsos melakukan pemulangan tahap kedua terhadap 11 anak jalanan (anjal) komunitas punk ke daerah asal masing-masing.
Plt. Kepala Dinas Sosial Kota Kendari, Rukmana, S.Sos., M.M., menjelaskan bahwa program ini merupakan bagian dari penanganan sosial yang lebih terarah dan berkelanjutan, sekaligus mendukung kesiapan Kota Kendari sebagai tuan rumah event internasional.
Menurutnya, keberadaan anjal yang selama ini beraktivitas di sejumlah perempatan jalan dalam Kota Kendari tidak hanya menjadi persoalan ketertiban umum, tetapi juga menyangkut aspek perlindungan sosial dan masa depan mereka.
“Pemulangan ini bukan sekadar penertiban, tetapi upaya mengembalikan mereka ke lingkungan keluarga atau daerah asal agar mendapatkan pembinaan yang lebih tepat,” ujar Rukmana.
Ia menegaskan, pendekatan yang dilakukan Pemerintah Kota Kendari mengedepankan aspek kemanusiaan. Penanganan masalah sosial, kata dia, tidak cukup hanya melalui razia atau penertiban di lapangan, melainkan harus disertai solusi jangka panjang yang menyentuh akar persoalan.
Dalam pelaksanaannya, pembiayaan pemulangan dilakukan melalui kerja sama dengan Baznas Kota Kendari. Sinergi tersebut menjadi contoh kolaborasi antara pemerintah daerah dan lembaga keagamaan dalam menangani kelompok masyarakat rentan.
Langkah ini sekaligus menjadi bagian dari upaya menciptakan wajah kota yang tertib, aman, dan nyaman menjelang pelaksanaan UCLG ASPAC 2026 yang akan menghadirkan tamu dan delegasi dari berbagai negara di kawasan Asia Pasifik.
Pemerintah Kota Kendari berharap program pemulangan ini mampu menekan jumlah anak jalanan di wilayah kota sekaligus memberikan kesempatan bagi mereka untuk memulai kembali kehidupan yang lebih layak dengan dukungan keluarga serta lingkungan sosial yang lebih kondusif.
Selain menjaga ketertiban kota, pendekatan sosial yang humanis diharapkan memperkuat citra Kendari sebagai kota event internasional yang inklusif, ramah, dan berorientasi pada kesejahteraan masyarakat. (Red)


























