Kendari – Wali Kota Kendari, Siska Karina Imran mendampingi Gubernur Sulawesi Tenggara, Andi Sumangerukka menyambut kedatangan Wakil Menteri Dalam Negeri Republik Indonesia, Akhmad Wiyagus di Bandara Halu Oleo, Kamis (28/5/2026) pagi.
Penyambutan tersebut turut dihadiri jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Sulawesi Tenggara sebagai bentuk dukungan terhadap pelaksanaan agenda nasional yang dipusatkan di Kota Kendari.
Kunjungan Wamendagri ke Sulawesi Tenggara dalam rangka menghadiri kegiatan Apresiasi Pemerintah Daerah Berprestasi 2026 Regional Sulawesi yang dijadwalkan berlangsung pada 29–30 Mei 2026 di Kota Kendari.
Momentum ini sekaligus menjadi bentuk penguatan sinergi antara pemerintah pusat dan pemerintah daerah dalam mendorong peningkatan kualitas tata kelola pemerintahan serta percepatan pelaksanaan program strategis nasional di daerah.
Sebagai tuan rumah pelaksanaan kegiatan regional tersebut, Pemerintah Kota Kendari mengambil peran aktif dalam mendukung kesiapan agenda nasional yang akan dihadiri gubernur, bupati dan wali kota se-Sulawesi beserta unsur Forkopimda.
Sejak Kamis pagi, sejumlah kepala daerah dan rombongan mulai berdatangan di Kota Kendari untuk mengikuti rangkaian kegiatan yang dipusatkan di salah satu hotel di Kota Kendari.
Kehadiran Wali Kota Kendari dalam penyambutan Wamendagri menunjukkan komitmen Pemerintah Kota Kendari dalam mendukung kolaborasi lintas pemerintahan sekaligus memperkuat posisi Kendari sebagai daerah yang siap menjadi pusat pelaksanaan agenda nasional dan regional.
Kegiatan Apresiasi Pemerintah Daerah Berprestasi 2026 sendiri merupakan program Kementerian Dalam Negeri yang bertujuan memberikan penghargaan kepada pemerintah daerah dengan kinerja unggul dan inovatif dalam pembangunan daerah.
Ajang tersebut juga menjadi instrumen untuk membangun iklim kompetitif antardaerah melalui pemberian penghargaan dan insentif fiskal kepada pemerintah daerah berprestasi.
Adapun kategori penilaian meliputi pengendalian inflasi, penurunan tingkat pengangguran, penanggulangan kemiskinan dan stunting, hingga creative financing berbasis inovasi daerah. (HenQ)



























