Kendari — Komitmen pemerintah pusat dalam mendukung penanganan banjir di Kota Kendari kembali diperlihatkan melalui kunjungan lapangan Direktur Jenderal Sumber Daya Air Kementerian Pekerjaan Umum, Arnold Aristoteles Paplapna Ritiauw, bersama Wakil Ketua Komisi V DPR RI Ridwan BAE, ke sejumlah titik strategis penanganan banjir di ibu kota Provinsi Sulawesi Tenggara.
Kunjungan tersebut menjadi bagian dari upaya percepatan penanganan banjir terpadu yang selama ini menjadi perhatian Pemerintah Kota Kendari, khususnya di wilayah-wilayah yang kerap terdampak genangan saat intensitas hujan tinggi.
Rombongan turut didampingi Wali Kota Kendari Siska Karina Imran, Kepala Balai Wilayah Sungai (BWS) Sulawesi IV Kendari Muhammad Harliansyah, Pelaksana Tugas Kepala Dinas Pekerjaan Umum Kota Kendari Muh. Jayadi, serta Direktur Bina Operasional dan Pemeliharaan (OP) Sumber Daya Air (SDA) Kementerian Pekerjaan Umum A. Adi Umar Dani.
Dalam peninjauan tersebut, sejumlah lokasi prioritas menjadi fokus pembahasan dan evaluasi bersama. Di antaranya penanganan banjir Sungai Wanggu yang selama ini menjadi salah satu titik rawan luapan air, penanganan drainase di kawasan By Pass Kendari, penanganan muara Sungai Wanggu, penanganan banjir di kawasan Amohalo, hingga rencana pembangunan kolam retensi di Nanga Nanga.
Kawasan Sungai Wanggu menjadi perhatian utama karena memiliki peran penting dalam sistem aliran air Kota Kendari. Saat musim penghujan, debit air yang meningkat kerap menyebabkan luapan yang berdampak pada permukiman warga dan akses transportasi. Karena itu, pemerintah pusat melalui Direktorat Jenderal SDA menyiapkan langkah penanganan teknis berupa normalisasi sungai, penguatan tanggul, hingga pengendalian sedimentasi.
Sementara itu, penanganan drainase di kawasan By Pass Kendari juga menjadi bagian penting dalam upaya mengurangi genangan yang selama ini terjadi di jalur strategis tersebut. Pemerintah menilai pembenahan sistem drainase perlu dilakukan secara terintegrasi agar aliran air dapat berjalan lebih optimal.
Di kawasan muara Sungai Wanggu, perhatian difokuskan pada pengendalian sedimentasi dan kelancaran aliran air menuju laut. Penanganan di area muara dinilai penting untuk mengurangi potensi backwater yang dapat memperparah banjir di wilayah hulu dan permukiman masyarakat.
Selain itu, kawasan Amohalo yang selama ini juga menjadi langganan banjir masuk dalam agenda penanganan prioritas. Pemerintah pusat dan daerah akan memperkuat koordinasi untuk memastikan program penanganan berjalan efektif dan tepat sasaran.
Salah satu langkah strategis yang turut menjadi perhatian yakni pembangunan kolam retensi di Nanga Nanga. Infrastruktur tersebut dirancang sebagai tampungan air sementara untuk mengurangi debit limpasan saat curah hujan tinggi, sehingga diharapkan mampu menekan potensi banjir di sejumlah wilayah Kota Kendari.
Wali Kota Kendari Siska Karina Imran menyampaikan bahwa sinergi antara pemerintah pusat dan daerah menjadi faktor utama dalam mempercepat penanganan persoalan banjir di Kota Kendari.
Menurutnya, kehadiran langsung Dirjen SDA bersama jajaran Kementerian Pekerjaan Umum menjadi bentuk perhatian serius pemerintah pusat terhadap kebutuhan infrastruktur pengendalian banjir di Kendari.
“Pemerintah Kota Kendari terus memperkuat koordinasi dengan pemerintah pusat agar penanganan banjir dapat dilakukan secara menyeluruh dan berkelanjutan. Kami berharap berbagai program yang direncanakan dapat segera direalisasikan demi memberikan rasa aman dan nyaman bagi masyarakat,” ujar Siska.
Melalui kunjungan lapangan tersebut, Pemerintah Kota Kendari berharap percepatan program penanganan banjir dapat segera diwujudkan melalui kolaborasi lintas sektor, sehingga sistem pengelolaan sumber daya air di Kota Kendari semakin baik dan mampu mendukung pembangunan kota yang berkelanjutan. (HenQ)



























