MEDAN, Trijayakendari.com – Keikutsertaan Pemerintah Kota Kendari dalam Rapat Kerja Nasional (Rakernas) XVIII Asosiasi Pemerintah Kota Seluruh Indonesia (APEKSI) di Kota Medan tidak hanya dimanfaatkan untuk mengikuti agenda resmi organisasi, tetapi juga menjadi momentum memperkuat jejaring kerja sama antardaerah dalam mendukung pembangunan Kota Kendari.

Di sela-sela pelaksanaan Rakernas, Wali Kota Kendari, dr. Hj. Siska Karina Imran, SKM, melakukan pertemuan bersama Wali Kota Pekanbaru, Agung Nugroho. Pertemuan yang berlangsung dalam suasana hangat dan penuh keakraban tersebut menjadi ruang diskusi produktif untuk bertukar pengalaman mengenai strategi meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) sebagai fondasi utama pembangunan yang berkelanjutan.
Bagi Pemerintah Kota Kendari, kolaborasi antardaerah menjadi salah satu langkah strategis dalam menghadapi tantangan pembangunan di tengah dinamika ekonomi nasional. Melalui komunikasi yang terbuka dengan sesama kepala daerah, berbagai inovasi, kebijakan, serta praktik-praktik terbaik dapat dipelajari dan disesuaikan dengan kebutuhan serta karakteristik daerah masing-masing.

Wali Kota Kendari, Siska Karina Imran, mengatakan bahwa setiap daerah memiliki pengalaman yang berharga dalam mengelola potensi ekonomi dan sumber-sumber pendapatan. Oleh karena itu, forum seperti Rakernas APEKSI menjadi kesempatan penting untuk memperluas wawasan sekaligus membangun sinergi yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.
“Setiap daerah memiliki tantangan sekaligus potensi yang berbeda. Karena itu, kami memanfaatkan kesempatan ini untuk saling berbagi pengalaman dan menggali berbagai inovasi yang telah berhasil diterapkan di daerah lain. Hal-hal yang relevan tentu akan kami pelajari untuk mendukung peningkatan Pendapatan Asli Daerah Kota Kendari tanpa mengesampingkan pelayanan kepada masyarakat,” ujar Siska.
Menurutnya, penguatan kapasitas fiskal merupakan salah satu faktor penting dalam mempercepat pembangunan daerah. Dengan kemampuan keuangan yang semakin baik, pemerintah memiliki ruang yang lebih luas untuk meningkatkan kualitas infrastruktur, pelayanan publik, pendidikan, kesehatan, hingga program pemberdayaan masyarakat.
Pemerintah Kota Kendari sendiri terus melakukan berbagai langkah untuk mengoptimalkan penerimaan daerah melalui peningkatan kepatuhan pajak dan retribusi, optimalisasi pemanfaatan aset daerah, pengembangan sektor investasi, serta mendorong tumbuhnya aktivitas ekonomi yang mampu memberikan dampak terhadap peningkatan pendapatan daerah.
Selain membahas strategi peningkatan PAD, pertemuan tersebut juga menjadi wadah bertukar pandangan mengenai tata kelola pemerintahan yang adaptif, transformasi pelayanan publik berbasis digital, hingga upaya menciptakan iklim investasi yang semakin kondusif bagi dunia usaha.
Keikutsertaan Pemerintah Kota Kendari dalam Rakernas XVIII APEKSI juga mencerminkan komitmen untuk terus membangun kemitraan dengan pemerintah kota lain di Indonesia. Sinergi tersebut diyakini mampu mempercepat lahirnya inovasi kebijakan yang berdampak langsung terhadap kesejahteraan masyarakat.
Rakernas XVIII APEKSI yang mengusung tema “Kota Tangguh Bangsa Berdaulat” menjadi forum strategis bagi pemerintah kota untuk memperkuat kolaborasi dalam menghadapi berbagai tantangan pembangunan, mulai dari penguatan kapasitas fiskal, transformasi digital, ketahanan pangan, hingga peningkatan kualitas pelayanan publik.

Melalui berbagai forum resmi maupun diskusi antarkepala daerah yang berlangsung selama Rakernas, Pemerintah Kota Kendari optimistis akan memperoleh banyak referensi dan praktik terbaik yang dapat diimplementasikan di daerah. Seluruh pengalaman tersebut diharapkan menjadi bekal dalam merumuskan kebijakan yang inovatif, memperkuat daya saing daerah, meningkatkan Pendapatan Asli Daerah secara berkelanjutan, serta mewujudkan Kota Kendari sebagai kota yang maju, tangguh, dan semakin sejahtera bagi seluruh masyarakatnya. (Adv)


























