Kendari – Pemerintah Kota Kendari terus memperkuat komitmennya dalam mendukung pemerataan akses pendidikan bagi seluruh masyarakat, khususnya siswa yang berasal dari keluarga kurang mampu.
Melalui Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikmudora) Kota Kendari, pemerintah menyiapkan sejumlah bantuan pendidikan bagi peserta didik tidak mampu pada tahun 2026.
Kadis Dikbud Kota Kendari, Hj. Saemina, S.Pd., M.Pd., Senin (28/9/2026), menyampaikan bahwa bantuan tersebut merupakan bagian dari upaya pemerintah meringankan beban keluarga sekaligus memastikan anak-anak tetap mendapatkan hak pendidikan.
Berdasarkan informasi program bantuan pendidikan tahun 2026, Pemkot Kendari memberikan bantuan paket seragam kepada siswa tidak mampu pada jenjang PAUD, SD, dan SMP.
Total penerima bantuan paket seragam mencapai 1.122 siswa, terdiri dari 330 siswa PAUD, 455 siswa SD, dan 337 siswa SMP.
Selain bantuan seragam, pemerintah juga menyiapkan program beasiswa bagi siswa-siswi tidak mampu. Bantuan tersebut diberikan kepada 812 penerima, dengan rincian 150 siswa PAUD, 477 siswa SD, dan 185 siswa SMP.
Besaran bantuan beasiswa disesuaikan dengan jenjang pendidikan. Untuk siswa PAUD masing-masing menerima Rp1 juta, siswa SD sebesar Rp1,5 juta, sedangkan siswa SMP mendapatkan Rp1,8 juta. Total dana bantuan beasiswa yang disiapkan mencapai Rp1,1985 miliar.
Saemina menjelaskan, bantuan pendidikan tidak hanya ditujukan untuk memenuhi kebutuhan sekolah, tetapi juga menjadi instrumen pemerintah dalam mengurangi hambatan ekonomi yang dihadapi keluarga.
Bantuan tersebut dapat digunakan untuk mendukung berbagai kebutuhan pendidikan siswa, seperti seragam, buku, alat tulis, transportasi maupun kebutuhan pendukung lainnya sesuai ketentuan program.
Menurutnya, dukungan pemerintah diharapkan dapat membuat orang tua tidak terlalu terbebani dengan biaya pendidikan anak.
Selain meringankan beban keluarga, program tersebut juga diarahkan untuk mencegah terjadinya putus sekolah akibat kendala ekonomi.
“Dengan adanya bantuan ini, siswa dari keluarga kurang mampu tetap memiliki kesempatan untuk bersekolah dan mengikuti proses pembelajaran dengan baik,” kata Saemina.
Ia menambahkan, dukungan pendidikan juga diharapkan dapat meningkatkan motivasi siswa dalam belajar. Ketika kebutuhan dasar pendidikan dapat terpenuhi, siswa dapat lebih fokus mengikuti pembelajaran dan mengembangkan potensi yang dimiliki.
Lebih jauh, program bantuan pendidikan menjadi bagian dari upaya Pemkot Kendari mewujudkan pemerataan pendidikan, sehingga kondisi ekonomi keluarga tidak menjadi penghalang bagi anak untuk memperoleh pendidikan.
Pendidikan yang lebih baik, lanjutnya, juga memiliki dampak jangka panjang dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia sekaligus membuka peluang bagi generasi muda untuk memperoleh kehidupan yang lebih baik.
“Pendidikan menjadi salah satu jalan untuk meningkatkan kualitas hidup masyarakat. Karena itu, anak-anak dari keluarga kurang mampu harus tetap memiliki kesempatan yang sama untuk mendapatkan pendidikan,” ujarnya.
Penyerahan bantuan pendidikan tersebut dijadwalkan berlangsung pada 1 Oktober 2026, bertepatan dengan Upacara Hari Kesaktian Pancasila di Lapangan Upacara Balai Kota Kendari.
Melalui program tersebut, Pemerintah Kota Kendari berharap tidak ada anak usia sekolah yang kehilangan kesempatan belajar hanya karena keterbatasan ekonomi keluarga. (HenQ)



























