KENDARI — Peringatan Hari Sumpah Pemuda (HSP) ke-98 tahun 2026 di Kota Kendari tidak hanya diperingati sebagai seremonial belaka. Tahun ini, momentum bersejarah tersebut menjadi refleksi nyata atas bangkitnya gelombang baru kepemudaan yang progresif, inklusif, dan berdampak langsung bagi masyarakat.
Di tengah tantangan zaman yang dinamis, peran pemuda dituntut untuk bertransformasi dari sekadar agen perubahan (agent of change) menjadi motor penggerak solusi (problem solver). Semangat inilah yang digaungkan dalam berbagai rangkaian peringatan Sumpah Pemuda di Kota Kendari, yang turut mengapresiasi figur-figur muda garda terdepan penggerak perubahan sosial.
Salah satu representasi nyata semangat tersebut lahir dari kiprah Maulana Ali Syaputra. Berkat konsistensinya dalam memajukan gerakan sosial, pemberdayaan, dan inspirasi publik, ia dinobatkan sebagai Tokoh Pemuda Inspiratif Kota Kendari pada peringatan Sumpah Pemuda ke-98 ini.
Penghargaan ini bukan sekadar bentuk selebrasi individual, melainkan sebuah validasi bahwa kerja-kerja sunyi di tingkat akar rumput dan ruang-ruang kolaborasi kreatif yang digagas pemuda mampu mendatangkan dampak nyata. Dalam pandangan kepemudaan modern, kolaborasi lintas sektor kini menjadi kunci utama untuk menjawab berbagai persoalan lokal, mulai dari penguatan kapasitas generasi muda hingga pembangunan ekonomi kreatif di Sulawesi Tenggara.
Kehadiran sosok inspiratif seperti Maulana diharapkan mampu memicu efek domino (multiplier effect), merangsang lahirnya inisiatif-inisiatif segar dari pemuda Kendari lainnya. Peringatan Sumpah Pemuda ke-98 ini mengirimkan pesan kuat: bahwa masa depan Kota Kendari sangat bergantung pada seberapa besar keberanian generasi mudanya untuk mengambil peran kepemimpinan, berinovasi, dan hadir sebagai solusi bagi sesama.(HenQ)


























