Kendari — Pemerintah Kota Kendari terus mengintensifkan upaya penanganan sampah secara sistematis dan menyeluruh. Dalam rapat koordinasi yang dipimpin langsung oleh Wali Kota Kendari, dr. Hj. Siska Karina Imran, SKM, pada Selasa (15/7), komitmen tersebut diperkuat oleh dukungan aktif para camat, termasuk Camat Kadia, Hasman Dani.
Rapat yang berlangsung di ruang kerja Wali Kota Kendari ini melibatkan Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) serta para camat dari 11 kecamatan se-Kota Kendari. Fokus pembahasan tertuju pada strategi sinergi antarorganisasi perangkat daerah (OPD) dan pemerintah kecamatan untuk mengatasi persoalan persampahan secara terpadu.
Camat Kadia, Hasman Dani, menyampaikan bahwa Kecamatan Kadia siap menjadi contoh dalam mendukung implementasi kebijakan pengelolaan sampah berbasis wilayah. Ia menegaskan pentingnya pendekatan langsung ke masyarakat dan keterlibatan semua unsur kelurahan.
“Kecamatan Kadia akan bergerak cepat untuk memperkuat peran kelurahan, RT, RW, dan kelompok masyarakat dalam membudayakan hidup bersih. Kita tidak bisa hanya mengandalkan petugas kebersihan saja. Perubahan dimulai dari tingkat rumah tangga,” tegas Hasman Dani.
Ia juga mengungkapkan bahwa Kecamatan Kadia sudah mulai mengidentifikasi titik-titik rawan penumpukan sampah serta menyusun rencana aksi bersama lurah dalam pengawasan dan penindakan. Selain itu, koordinasi dengan DLHK terkait jadwal dan efektivitas pengangkutan sampah terus diperbaiki.
Dalam arahannya, Wali Kota Siska Karina Imran menegaskan pentingnya keterlibatan para camat sebagai motor penggerak kebijakan lingkungan. “Kita ingin Kota Kendari bersih, tertata, dan nyaman bagi warganya. Itu hanya bisa tercapai jika pemerintah kota dan kecamatan berjalan seirama, termasuk dalam edukasi masyarakat dan pengawasan,” ujar Wali Kota.
Pemkot Kendari melalui DLHK juga tengah memperkuat sistem pengelolaan sampah berbasis data dan teknologi, seperti peningkatan layanan di Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) Puuwatu, program Bank Sampah, serta kampanye edukatif pemilahan sampah rumah tangga.
Camat Kadia menyambut baik inisiatif ini dan berharap pengelolaan sampah dapat menjadi bagian dari kesadaran kolektif warga. “Kami percaya, jika edukasi dilakukan secara konsisten, masyarakat akan sadar bahwa kebersihan bukan hanya tanggung jawab pemerintah, tetapi kewajiban bersama,” lanjutnya.
Rapat koordinasi ini juga menjadi momentum untuk menyatukan komitmen lintas wilayah agar penanganan sampah tidak dilakukan secara sektoral, tetapi menjadi gerakan bersama dalam mewujudkan Kendari sebagai kota yang bersih, sehat, dan layak huni.
Dengan peran aktif camat dan dukungan dari OPD terkait, termasuk DLHK, Pemerintah Kota Kendari optimis bahwa tantangan pengelolaan sampah dapat diatasi secara berkelanjutan. Kecamatan Kadia pun siap menjadi garda depan dalam mewujudkan target besar tersebut, dimulai dari lingkungan terdekat hingga ke seluruh wilayah kota. (HenQ)


























