Kendari – Walikota Kendari, Siska Karina Imran, memberikan peringatan keras kepada seluruh lurah di Kota Kendari agar serius mengelola kebersihan wilayah dan mengaktifkan program bank sampah demi menghadapi penilaian Adipura.
Dalam arahannya pada rapat evaluasi persiapan penilaian Adipura, Walikota Siska menyoroti masih banyaknya lurah yang dinilai lambat dan tidak maksimal dalam menggerakkan bank sampah di kelurahan masing-masing. Padahal, pengelolaan bank sampah dari sumber rumah tangga memiliki bobot penilaian yang besar dan terbukti mampu menghasilkan nilai ekonomis.
“Cuma bank sampah saja susah sekali. Padahal bank sampah itu menghasilkan uang, apa yang sulit?” tegas Siska Karina Imran di hadapan para pejabat yang hadir. Jumat (30/10/2026).
Walikota membeberkan bahwa di lingkup balai kota saja, pengelolaan bank sampah dalam sebulan mampu menghasilkan uang hampir Rp40 juta dari volume sampah yang jauh lebih kecil dibanding total produksi sampah harian Kota Kendari yang mencapai ratusan ton. Ia menyayangkan jika potensi sebesar itu disia-siakan akibat kelurahan yang tidak proaktif.
“Pulang dari sini, aktifkan! Kalau tidak aktif, lurahnya yang saya nonaktifkan [dievaluasi],” ujar Siska dengan nada tegas.
Lebih lanjut, Walikota menekankan bahwa tugas lurah bukan hanya duduk, melainkan turun langsung melakukan sosialisasi secara masif hingga tingkat RT/RW dan door-to-door ke rumah warga untuk memilah sampah menjadi tiga jenis: organik, anorganik, dan B3.
Ia mengingatkan bahwa waktu yang tersisa tidak banyak dan dirinya tidak akan menoleransi alasan kesibukan atau ketidakmampuan dari para aparatur di tingkat kelurahan. Jika ditemukan wilayah yang kotor dan terbengkalai, pihak kelurahan dan kecamatan terkait harus siap bertanggung jawab menerima sanksi evaluasi kinerja.(HenQ)



























