Kadis PUPR Kota Kendari Muh. Jayadi Pastikan Dukungan Infrastruktur untuk TPST Puuwatu

0

KENDARI – Pemerintah Kota Kendari terus mematangkan persiapan pembangunan Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) Puuwatu. Dalam kunjungan lapangan bersama Direktorat Jenderal Bina Pembangunan Daerah (Bangda) Kementerian Dalam Negeri, Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kota Kendari Muh. Jayadi memastikan dukungan infrastruktur untuk menunjang pembangunan fasilitas pengolahan sampah tersebut.

Kunjungan lapangan dilakukan Kamis (27/8/2026), setelah tim Bangda Kemendagri bersama Pemerintah Kota Kendari melakukan pembahasan kesiapan program Local Service Delivery Improvement Project (LSDP) di Ruang Rapat Wali Kota Kendari.

Muh. Jayadi ikut mendampingi Wakil Wali Kota Kendari Sudirman, Kepala Bappeda Muh. Syaiful dan Kepala DLHK Erlis Sadya Kencana dalam meninjau langsung kawasan TPAS Puuwatu.

Sejumlah fasilitas menjadi perhatian dalam kunjungan tersebut. Tim melihat kondisi lokasi pembuangan sampah, jembatan timbang, sumur bor, hingga fasilitas pengolahan sampah yang menghasilkan gas metan.

Menurut Muh. Jayadi, kunjungan lapangan penting untuk memastikan kebutuhan infrastruktur di kawasan tersebut dapat mendukung rencana pembangunan TPST.

Berbagai catatan teknis yang ditemukan di lapangan akan menjadi bahan tindak lanjut pemerintah daerah bersama perangkat daerah terkait.

“Kita pastikan dukungan infrastruktur untuk pembangunan TPST ini bisa berjalan dengan baik. Apa yang menjadi kebutuhan teknis di lapangan akan kita identifikasi dan tindak lanjuti,” ujar Muh. Jayadi.

Ia menegaskan Dinas PUPR siap berkoordinasi dengan Bappeda dan DLHK dalam memenuhi kebutuhan infrastruktur yang diperlukan, termasuk akses menuju lokasi serta aspek teknis lain yang berkaitan dengan kesiapan kawasan pembangunan TPST.

Kesiapan infrastruktur menjadi salah satu bagian penting dalam memastikan program LSDP dapat berjalan sesuai dengan rencana. Karena itu, kondisi faktual di lapangan menjadi perhatian tim Bangda Kemendagri dalam proses pendampingan Pemerintah Kota Kendari.

Dalam pembahasan sebelumnya, perwakilan Bangda Kemendagri Kelvin menyampaikan terdapat 21 indikator yang menjadi bagian dari verifikasi kesiapan LSDP Kota Kendari.

Sebanyak 11 indikator telah dinyatakan clear, sedangkan 10 indikator lainnya masih membutuhkan kelengkapan dokumen, bukti fisik maupun penjelasan.

Kelvin menegaskan proses tersebut merupakan pendampingan untuk membantu pemerintah daerah memenuhi berbagai indikator kesiapan, bukan semata-mata penilaian.

Selain infrastruktur, sejumlah aspek lain yang menjadi perhatian meliputi kelembagaan, regulasi, tarif, lahan dan lingkungan. Tim juga melakukan pengecekan terhadap sumber air di lokasi, termasuk sumur bor yang digunakan untuk kebutuhan operasional serta kemungkinan dukungan sambungan PDAM.

Dalam kunjungan tersebut, tim turut melihat pemanfaatan gas metan dari hasil pengolahan sampah. Bahkan, rangkaian kunjungan ditutup dengan menikmati pisang goreng yang dimasak menggunakan energi dari gas metan hasil pengolahan sampah di kawasan TPAS Puuwatu.

Pemerintah Kota Kendari sendiri telah menyiapkan anggaran sekitar Rp24 miliar untuk pembangunan TPST Puuwatu pada 2027. Dukungan tersebut diharapkan dapat memperkuat sistem pengelolaan sampah Kota Kendari dari hulu hingga hilir.

Muh. Jayadi memastikan Dinas PUPR akan terus memberikan dukungan sesuai tugas dan kewenangannya agar pembangunan TPST Puuwatu dapat dipersiapkan secara matang.

Dengan dukungan infrastruktur yang memadai dan pemenuhan seluruh indikator LSDP, pembangunan TPST Puuwatu diharapkan mampu meningkatkan kualitas layanan persampahan sekaligus mendorong pengelolaan sampah Kota Kendari yang lebih modern, terpadu dan berkelanjutan. (HenQ)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here