Kendari, Trijayakendari.com – Komitmen Pemerintah Kota Kendari dalam menghadirkan tata kelola pemerintahan yang inovatif, adaptif, dan berorientasi pada pelayanan masyarakat kembali mendapat pengakuan dari daerah lain. Hal tersebut ditandai dengan kunjungan learning visit Pemerintah Kota Bontang, Provinsi Kalimantan Timur, yang datang untuk mempelajari berbagai praktik terbaik (best practice) pembangunan dan penyelenggaraan pemerintahan di Kota Kendari.

Rombongan Pemerintah Kota Bontang dipimpin langsung Wali Kota Bontang, dr. Hj. Neni Moerniaeni, Sp.OG, dan diterima Wali Kota Kendari, dr. Hj. Siska Karina Imran, SKM, bersama jajaran Pemerintah Kota Kendari di Ruang Rapat Wali Kota Kendari, Selasa (7/7/2026).
Kunjungan tersebut menjadi momentum penting memperkuat sinergi antarpemerintah daerah dalam membangun kolaborasi, berbagi pengalaman, bertukar gagasan, serta memperluas inovasi pelayanan publik demi meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Dalam sambutannya, Wali Kota Kendari, Siska Karina Imran, menyampaikan apresiasi atas kepercayaan Pemerintah Kota Bontang yang memilih Kota Kendari sebagai salah satu daerah tujuan pembelajaran. Menurutnya, di tengah dinamika pembangunan dan tuntutan pelayanan publik yang semakin kompleks, kolaborasi antardaerah merupakan langkah strategis untuk mempercepat kemajuan.
“Momentum ini sangat penting bagi Pemerintah Kota Kendari maupun Pemerintah Kota Bontang. Seluruh pemerintah daerah saat ini dituntut bergerak lebih adaptif, lincah, mampu berkolaborasi, serta menghadirkan pembangunan yang berkelanjutan,” ujar Siska.

Ia menjelaskan, arah pembangunan Kota Kendari saat ini difokuskan pada terwujudnya kota yang layak huni, semakin maju, berdaya saing, andal, sejahtera, dan berkelanjutan. Seluruh program pembangunan dirancang agar mampu memberikan dampak nyata terhadap peningkatan kualitas hidup masyarakat melalui pelayanan publik yang semakin efektif, efisien, dan berbasis inovasi.
Menurut Siska, berbagai capaian yang diraih Kota Kendari selama ini tidak terlepas dari semangat kolaborasi seluruh perangkat daerah, dukungan masyarakat, serta komitmen pemerintah dalam melakukan pembenahan di berbagai sektor.
Meski memiliki kapasitas fiskal yang berbeda dengan daerah penghasil sumber daya alam, Pemerintah Kota Kendari terus berupaya mengoptimalkan seluruh potensi yang dimiliki. Sektor jasa, perdagangan, UMKM, investasi, dan ekonomi kreatif menjadi penggerak utama pertumbuhan ekonomi daerah.
“Kami menyadari kapasitas fiskal Kota Kendari tidak sama dengan daerah penghasil sumber daya alam seperti Kota Bontang. Namun kondisi tersebut tidak mengurangi semangat kami untuk terus berinovasi, meningkatkan kualitas pelayanan publik, serta menghadirkan pembangunan yang memberikan manfaat sebesar-besarnya bagi masyarakat,” tegasnya.
Dalam forum tersebut, Pemerintah Kota Kendari juga memaparkan berbagai inovasi yang telah diterapkan di sejumlah sektor, mulai dari transformasi digital pemerintahan, peningkatan kualitas pelayanan publik, penguatan reformasi birokrasi, hingga strategi pembangunan yang berorientasi pada peningkatan kesejahteraan masyarakat.
Sementara itu, Wali Kota Bontang, dr. Hj. Neni Moerniaeni, mengaku terkesan dengan berbagai capaian yang berhasil diraih Pemerintah Kota Kendari. Menurutnya, meskipun Kota Bontang memiliki karakteristik daerah yang berbeda, banyak inovasi dan strategi pembangunan di Kota Kendari yang layak menjadi referensi.
“Kami datang ke Kota Kendari untuk belajar. Banyak hal yang akan kami adopsi dari Kota Kendari. Luar biasa sekali capaian pemerintahannya,” ujar Neni.
Salah satu capaian yang paling menarik perhatian Pemerintah Kota Bontang adalah tingginya Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Kota Kendari. Menurut Neni, keberhasilan tersebut menunjukkan keseriusan Pemerintah Kota Kendari dalam membangun kualitas sumber daya manusia sebagai fondasi pembangunan jangka panjang.
“IPM Kota Bontang saat ini berada pada angka 83,4 dan menjadi yang tertinggi di Kalimantan Timur. Namun Kota Kendari telah mencapai sekitar angka 86 dan berada pada posisi keenam secara nasional. Ini merupakan prestasi yang luar biasa dan menjadi inspirasi bagi kami,” katanya.
Ia menilai peningkatan kualitas sumber daya manusia merupakan investasi paling penting dalam membangun daya saing daerah. Karena itu, berbagai kebijakan, inovasi, serta strategi pembangunan yang diterapkan Pemerintah Kota Kendari akan menjadi referensi dalam penyempurnaan program pembangunan di Kota Bontang.
“Terima kasih kepada Ibu Wali Kota Kendari beserta seluruh jajaran. Saya bangga melihat berbagai kemajuan yang telah dicapai Kota Kendari. Banyak hal yang dapat kami pelajari dan adopsi untuk diterapkan di Kota Bontang,” ungkapnya.


Kunjungan learning visit tersebut diharapkan tidak berhenti pada forum diskusi semata, tetapi menjadi awal terbangunnya kerja sama yang lebih erat antara Pemerintah Kota Kendari dan Pemerintah Kota Bontang. Melalui pertukaran pengalaman, inovasi, serta praktik terbaik pemerintahan, kedua daerah optimistis mampu mempercepat pembangunan yang inklusif, meningkatkan kualitas pelayanan publik, memperkuat tata kelola pemerintahan yang baik, serta mewujudkan kesejahteraan masyarakat secara berkelanjutan. (ADV)


























