Kendari – Kabar duka menyelimuti masyarakat Kota Kendari dan Sulawesi Tenggara. Salah satu tokoh perempuan terbaik daerah, Dra. Hj. Sri Yastin, MM, meninggal dunia pada Senin, 15 Juni 2026, pukul 06.00 WITA di RSUP Dr. Wahidin Sudirohusodo setelah menjalani perawatan.
Kepergian almarhumah meninggalkan duka mendalam bagi keluarga besar, sahabat, kerabat, dan masyarakat yang mengenalnya sebagai sosok yang penuh dedikasi, sederhana, serta memiliki kepedulian tinggi terhadap kemajuan daerah dan kesejahteraan masyarakat.
Sri Yastin merupakan istri dari mantan Wali Kota Kendari dua periode, Asrun, yang turut mendampingi perjalanan pembangunan Kota Kendari selama satu dekade. Di balik berbagai capaian pembangunan daerah, almarhumah dikenal sebagai sosok pendamping yang selalu memberikan dukungan serta perhatian terhadap berbagai program kemasyarakatan.
Almarhumah juga merupakan ibunda dari Adriatma Dwi Putra, yang pernah menjabat sebagai Wali Kota Kendari periode 9 Oktober 2017 hingga 28 Februari 2018, serta Asrizal Pratama Putra. Dalam kehidupan keluarga, Sri Yastin dikenal sebagai sosok ibu yang menanamkan nilai-nilai pengabdian, kerja keras, dan kepedulian terhadap masyarakat.
Almarhumah juga merupakan mertua dari Siska Karina Imran, yang saat ini memimpin Kota Kendari. Jejak pengabdian yang diwariskannya menjadi inspirasi bagi keluarga besar untuk terus berkontribusi dalam pembangunan daerah.
Semasa hidupnya, Dra. Hj. Sri Yastin, MM, mengabdikan diri sebagai aparatur sipil negara di lingkungan Pemerintah Kota Kendari. Karier birokrasinya dijalani dengan penuh integritas dan dedikasi hingga dipercaya menduduki sejumlah jabatan penting. Pengalaman panjangnya di dunia pemerintahan menjadikan beliau sebagai salah satu birokrat perempuan yang dihormati dan disegani.
Selain dikenal sebagai birokrat, Sri Yastin juga aktif sebagai Ketua Tim Penggerak PKK Kota Kendari selama masa kepemimpinan Asrun sebagai Wali Kota Kendari periode 2007–2017. Dalam peran tersebut, ia memimpin berbagai program pemberdayaan keluarga, peningkatan kesejahteraan masyarakat, kesehatan ibu dan anak, pendidikan keluarga, serta penguatan peran perempuan dalam pembangunan.
Melalui berbagai kegiatan PKK dan organisasi sosial, almarhumah banyak berinteraksi langsung dengan masyarakat. Ia dikenal aktif turun ke lapangan, mendengarkan aspirasi warga, serta mendorong berbagai program yang menyentuh kebutuhan masyarakat hingga ke tingkat kelurahan dan lingkungan.
Tak hanya itu, Sri Yastin juga pernah memegang berbagai jabatan kepengurusan dalam organisasi sosial dan kemasyarakatan di Sulawesi Tenggara. Kepeduliannya terhadap isu pendidikan, kesehatan, dan pemberdayaan perempuan membuatnya menjadi figur yang dihormati di berbagai kalangan.
Setelah menuntaskan pengabdiannya sebagai aparatur sipil negara, semangatnya untuk terus berkontribusi bagi masyarakat tidak pernah surut. Almarhumah tetap aktif memberikan dukungan dan pemikiran dalam berbagai kegiatan sosial serta pembangunan masyarakat.
Bagi masyarakat Kendari, Sri Yastin bukan hanya seorang birokrat dan tokoh organisasi, tetapi juga sosok perempuan yang ramah, rendah hati, dan selalu hadir untuk membantu sesama. Keteladanan, pengabdian, dan dedikasi yang ditinggalkannya akan menjadi bagian penting dalam sejarah perjalanan Kota Kendari.
Kepergian Dra. Hj. Sri Yastin, MM, merupakan kehilangan besar bagi keluarga dan masyarakat Sulawesi Tenggara. Namun, karya dan pengabdian yang telah diberikan akan terus dikenang dan menjadi inspirasi bagi generasi penerus.
Selamat jalan, Dra. Hj. Sri Yastin, MM. Terima kasih atas segala pengabdian, ketulusan, dan dedikasi yang telah diberikan untuk Kota Kendari dan Sulawesi Tenggara. Semoga Allah SWT menerima seluruh amal ibadah almarhumah, mengampuni segala khilafnya, serta menempatkannya di tempat terbaik di sisi-Nya.
Al-Fatihah. Semoga jejak pengabdianmu akan selalu hidup dalam ingatan masyarakat dan menjadi teladan bagi generasi mendatang. (HenQ)

























