Program Rumpon PT GKP Dorong Efisiensi Biaya dan Produktivitas Nelayan Pesisir Wawoni

0

Wawonii – Program pemasangan rumpon yang digagas PT Gema Kreasi Perdana (GKP) di perairan lepas Wawonii Tenggara, Sulawesi Tenggara, mulai memberikan harapan baru bagi nelayan pesisir. Inisiatif tersebut diharapkan mampu mengubah pola penangkapan ikan dari sistem pencarian acak menjadi lebih terarah, efektif, dan efisien.

Program ini tidak hanya bertujuan meningkatkan produktivitas hasil tangkapan nelayan, tetapi juga mendorong pengelolaan perikanan yang lebih tertib serta memperkuat ekonomi komunitas pesisir secara berkelanjutan.

Community Development Supervisor PT GKP, Muhammad Sahib Fabanyo, mengatakan masyarakat pesisir merupakan bagian penting dalam pembangunan wilayah kepulauan seperti Pulau Wawonii.

“Beroperasi di wilayah kepulauan, masyarakat pesisir adalah bagian integral dari kemajuan daerah ini. Program rumpon kami hadirkan untuk memperkuat produktivitas nelayan sekaligus menjaga keberlanjutan sumber daya laut,” ujarnya.

Saat ini, satu unit rumpon telah dipasang di perairan lepas Wawonii Tenggara dan mulai dimanfaatkan oleh nelayan dari sejumlah desa pesisir. Pada tahap awal, perusahaan melakukan uji coba disertai pemantauan dan evaluasi untuk melihat dampaknya terhadap peningkatan hasil tangkapan.

Secara teknis, rumpon berfungsi sebagai titik berkumpulnya ikan sehingga nelayan memiliki lokasi tangkap yang lebih pasti. Dengan demikian, aktivitas melaut tidak lagi sepenuhnya bergantung pada pengalaman atau perkiraan semata.

Manfaat program tersebut mulai dirasakan langsung oleh nelayan setempat. Oscar, nelayan asal Desa Roko-Roko, mengaku kehadiran rumpon membuat proses pencarian ikan menjadi lebih efisien.

“Dengan adanya rumpon ini kami lebih mudah mencari ikan. Biasanya harus berjam-jam mencari lokasi, sekarang sudah lebih terarah. Ini sangat membantu kami, terutama dalam menghemat biaya bahan bakar dan waktu,” ungkapnya.

Keberadaan rumpon juga mendorong interaksi antar nelayan, khususnya dalam berbagi informasi mengenai lokasi dan waktu penangkapan ikan.

Perwakilan Koperasi Nelayan Sejahtera Desa Teporoko, Ardan, menilai program tersebut menjadi langkah awal menuju sistem perikanan yang lebih terorganisir di tingkat komunitas.

“Program ini bukan hanya meningkatkan hasil tangkapan, tetapi juga mendorong pola melaut yang lebih terencana. Nelayan mulai saling berbagi informasi dan membangun pengelolaan perikanan yang lebih tertib dan berkelanjutan,” jelasnya.

Program rumpon PT GKP melibatkan masyarakat sejak tahap perencanaan hingga pemasangan. Pendekatan partisipatif ini dinilai penting agar pemanfaatan rumpon dapat dikelola secara kolektif oleh komunitas nelayan.

Dari sisi perusahaan, program tersebut merupakan bagian dari strategi jangka panjang Corporate Social Responsibility (CSR) atau Pengembangan dan Pemberdayaan

Masyarakat (PPM) dalam mendorong kemandirian ekonomi masyarakat pesisir.
Manager Strategic Communications PT GKP, Hendry Drajat, menegaskan keberhasilan program tidak hanya diukur dari jumlah rumpon yang dipasang, tetapi dari keberlanjutan manfaat bagi masyarakat.

“Ke depan, program ini tidak hanya berhenti pada penambahan rumpon di wilayah lingkar tambang. Yang terpenting adalah bagaimana masyarakat mampu mengelolanya secara mandiri dan berkelanjutan. Karena itu, kami akan terus memperkuat kapasitas kelompok nelayan, termasuk dalam pengelolaan hasil tangkapan dan praktik penangkapan yang bertanggung jawab,” ujarnya.

Ia menambahkan, keterlibatan aktif masyarakat menjadi faktor utama dalam menjaga keberlanjutan program sekaligus memastikan manfaat ekonomi dan ekologi dapat dirasakan dalam jangka panjang. (Red)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here