Sepekan Program Jemput Sampah Berjalan, Camat Kadia Imbau Warga Luar Tak Buang Sampah di Wilayah Kecamatan Kadia

0

KENDARI – Program pengelolaan persampahan dengan sistem penjemputan langsung dari rumah warga di Kecamatan Kadia, Kota Kendari, mulai menunjukkan perkembangan setelah berjalan sekitar satu minggu sejak diluncurkan.

Program yang dijadikan pilot project pengelolaan sampah oleh pihak ketiga di Kota Kendari tersebut diharapkan mampu menciptakan sistem penanganan sampah yang lebih tertata dan efektif.

Namun dalam pelaksanaannya, muncul tantangan berupa meningkatnya volume sampah yang diduga berasal dari luar wilayah Kecamatan Kadia.

Camat Kadia, Hasman Dani, mengungkapkan bahwa pihaknya menemukan adanya sampah kiriman yang diduga dibuang oleh warga dari wilayah kecamatan sekitar.

“Setelah satu minggu program jemput sampah berjalan, kami melihat ada peningkatan volume sampah yang diduga berasal dari luar wilayah Kecamatan Kadia,” ujar Hasman Dani. Rabu (11/3/2026).

Karena itu, ia berharap adanya dukungan dari pemerintah kecamatan dan kelurahan di wilayah sekitar untuk menyampaikan imbauan kepada masyarakat agar tidak membuang sampah di wilayah Kecamatan Kadia.

“Kami berharap kepada teman-teman camat dan lurah di wilayah sekitar agar menyampaikan kepada warganya untuk tidak membuang sampah di wilayah Kecamatan Kadia,” tegasnya.

Selain itu, Pemerintah Kecamatan Kadia juga mendorong masyarakat untuk mendukung program pemilahan sampah dari rumah melalui gerakan “Ubah Sampah Jadi Rupiah”.

Melalui program ini, masyarakat diajak memilah sampah sejak dari rumah, terutama sampah yang memiliki nilai ekonomis seperti plastik, kertas, dan jenis lainnya yang dapat didaur ulang.

Hasman Dani menjelaskan bahwa selain membantu mengurangi volume sampah, program tersebut juga memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat, karena sampah yang memiliki nilai ekonomis dapat dikonversi menjadi uang tunai atau tabungan.

“Melalui pemilahan sampah dari rumah, kita tidak hanya menjaga kebersihan lingkungan, tetapi juga memberikan nilai ekonomi dari sampah yang sebelumnya dianggap tidak berguna,” jelasnya.

Ia menambahkan bahwa program jemput sampah dan pemilahan sampah diharapkan dapat berjalan bersamaan sehingga pengelolaan persampahan di Kecamatan Kadia menjadi lebih efektif dan berkelanjutan.

Camat Kadia optimistis jika program ini mendapat dukungan dari seluruh masyarakat, maka Kecamatan Kadia dapat menjadi contoh pengelolaan sampah yang baik bagi kecamatan lain di Kota Kendari.

“Kita ingin Kadia menjadi wilayah yang terdepan merdeka dari sampah, sekaligus mendukung Kota Kendari menjadi kota yang lebih bersih dan asri,” pungkasnya. (HenQ)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here