Warek I UHO Resmi Buka TWKM ke-35, Dorong Mahasiswa Pecinta Alam Kawal Hilirisasi Hijau

0

Kendari – Wakil Rektor (WR) I Bidang Akademik Universitas Halu Oleo (UHO), Prof. Dr. La Ode Santiaji Bande, S.P., M.P., secara resmi membuka kegiatan Temu Wicara dan Kenal Medan (TWKM XXXV) Mahasiswa Pecinta Alam se-Indonesia yang ke-35. Acara pembukaan tersebut berlangsung khidmat di Gedung Pascasarjana UHO, Kendari, pada Kamis (22/10/2026).

​Kegiatan akbar ini dihadiri oleh pejabat Kementerian Kehutanan, Kepala SDA, jajaran pejabat UHO, perwakilan Pemerintah Daerah (Pemda) Sulawesi Tenggara (Sultra) dan Kota Kendari, Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), para delegasi mahasiswa pecinta alam dari berbagai perguruan tinggi se-Indonesia, serta tamu undangan lainnya.

​Dalam sambutannya, Prof. La Ode Santiaji Bande menyampaikan selamat datang kepada seluruh delegasi dari berbagai kampus di penjuru Nusantara. Ia mengapresiasi tema yang diusung tahun ini, yakni “Hilirisasi Hijau: Kolaborasi Pemuda dan Industri Menuju Indonesia Emas 2045”. Menurutnya, tema tersebut sangat visioner dan sejalan dengan arah pembangunan nasional yang tengah menggenjot hilirisasi industri untuk menggerakkan ekonomi.

​”Kalian mahasiswa pecinta alam hadir untuk mengingatkan kita semua bahwa hilirisasi tersebut harus bertumpu pada prinsip hijau; ramah lingkungan, berkelanjutan, aman secara sosial, dan menjaga kelestarian untuk generasi mendatang,” ujar Prof. Santiaji di hadapan ratusan peserta TWKM.

​Ia juga berpesan agar organisasi pecinta alam dipandang sebagai laboratorium kepemimpinan nyata tempat menempa soft skill, solidaritas, empati, serta manajemen risiko di alam bebas. Lebih lanjut, ia menegaskan bahwa mapala tidak boleh antipati terhadap industri, melainkan harus hadir sebagai mitra kritis sekaligus kolaborator strategis agar sektor industri tetap berjalan seimbang tanpa merusak ekosistem.

​Di akhir sambutannya, Wakil Rektor I UHO juga berpesan kepada para mahasiswa agar menjadikan Bentang Alam Bumi Anoa sebagai ruang kelas terbuka untuk riset dan analisis lingkungan, serta mengingatkan agar para aktivis mapala tetap memprioritaskan studi akademik hingga lulus tepat waktu. (HenQ)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here