KENDARI — Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kota Kendari memberikan klarifikasi terkait video yang beredar di media sosial mengenai pelayanan dan antrean pasien di Poliklinik Urologi. Pihak rumah sakit menjelaskan bahwa persoalan tersebut berkaitan dengan perbedaan tanggal pelayanan dan nomor antrean yang tercatat dalam sistem Mobile JKN.
Pelaksana Tugas (Plt.) Kepala RSUD Kota Kendari, dr. Putu Agustin, menjelaskan bahwa berdasarkan hasil pengecekan, pasien datang ke loket pelayanan pada 7 Oktober 2026 dengan menunjukkan nomor antrean 8 pada aplikasi Mobile JKN. Namun, setelah dilakukan pemeriksaan data, nomor antrean tersebut diketahui terdaftar untuk jadwal pelayanan pada 2 Oktober 2026.
Pada tanggal tersebut, pelayanan Poliklinik Urologi tidak berlangsung karena dokter yang bersangkutan sedang berada di luar kota untuk menjalankan kegiatan kedinasan. Akibatnya, nomor antrean yang terdaftar pada 2 Oktober 2026 tidak dapat digunakan untuk pelayanan pada tanggal berbeda.
Untuk membantu pasien memperoleh pelayanan pada jadwal berikutnya, dilakukan pendaftaran kembali melalui aplikasi Mobile JKN sesuai jadwal pelayanan yang tersedia. Dari proses pendaftaran ulang tersebut, sistem menerbitkan nomor antrean 24 untuk pelayanan pada 7 Oktober 2026.
Dr. Putu menegaskan bahwa perbedaan nomor antrean tersebut bukan disebabkan oleh perubahan sepihak yang dilakukan petugas rumah sakit, melainkan merupakan hasil pendaftaran kembali melalui sistem Mobile JKN untuk tanggal pelayanan yang berbeda.
Meski demikian, pihak rumah sakit memahami bahwa perbedaan tanggal dan nomor antrean tersebut dapat menimbulkan pertanyaan bagi pasien maupun keluarga. Karena itu, pengecekan dilakukan untuk memastikan informasi yang disampaikan sesuai dengan data yang tercatat dalam sistem.
“Kami memahami bahwa perbedaan nomor dan tanggal pelayanan ini dapat menimbulkan pertanyaan bagi pasien maupun keluarga. Karena itu, kami melakukan pengecekan dan memberikan penjelasan berdasarkan data yang tercatat dalam sistem,” katanya.
Terkait komunikasi antara petugas dan keluarga pasien yang turut terekam dalam video, pihak rumah sakit menyebutkan bahwa petugas kemudian berkoordinasi dengan kepala ruangan administrasi untuk memastikan informasi pelayanan yang disampaikan sesuai dengan data yang tersedia.
Dr. Putu menegaskan, RSUD Kota Kendari tetap berkomitmen memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat. Pihaknya juga akan terus melakukan evaluasi, terutama dalam meningkatkan kualitas komunikasi dan penyampaian informasi kepada pasien maupun keluarga.
“Kami menjadikan setiap pengaduan sebagai bahan evaluasi untuk memperbaiki pelayanan. Yang terpenting, komunikasi dengan pasien dan keluarga harus terus kami tingkatkan agar setiap informasi pelayanan dapat diterima dengan jelas,” tutupnya.(Rls)



























