Respon Cepat Pemkot Kendari Tangani Banjir Lepo-Lepo, Bantuan Logistik Mulai Disalurkan

0

Kendari – Pemerintah Kota Kendari melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) dan Dinas Sosial serta PDAM Tirta Anoa Kendari bergerak cepat melakukan penanganan darurat terhadap warga terdampak banjir di wilayah Kali Wanggu, Kelurahan Lepo-Lepo, Kecamatan Baruga, Jumat (9/5/2026).

Sejak sore hari, tim BPBD Kota Kendari langsung turun ke lokasi untuk melakukan evakuasi serta memastikan kebutuhan dasar masyarakat terdampak dapat terpenuhi.

Kepala Pelaksana BPBD Kota Kendari, Cornelius Padang, menyampaikan bahwa pihaknya fokus pada penanganan cepat dan keselamatan warga.

“Langkah yang BPBD lakukan sejak sore tadi adalah melakukan penanganan dan pertolongan kepada warga terdampak banjir di wilayah Wanggu, Kelurahan Lepo-Lepo. Kami memastikan tenda pengungsi dan tenda sosial telah terpasang, lampu penerangan tersedia, serta kebutuhan air bersih sudah dapat digunakan masyarakat malam ini,” jelasnya.

Selain itu, BPBD juga berkoordinasi dengan Dinas Sosial untuk memastikan distribusi bantuan logistik berjalan lancar, terutama kebutuhan makanan bagi para pengungsi.

Sementara itu, Kepala Dinas Sosial Kota Kendari, Rukmana, mengungkapkan jumlah warga terdampak banjir mencapai ratusan jiwa.

“Korban bencana banjir di Kelurahan Lepo-Lepo atau kawasan Kali Wanggu berjumlah kurang lebih 126 Kepala Keluarga atau sekitar 317 jiwa,” ungkapnya.

Ia menjelaskan, sejumlah kebutuhan mendesak masyarakat saat ini telah ditangani secara bertahap oleh pemerintah daerah bersama instansi terkait.

Beberapa langkah penanganan yang telah dilakukan antara lain pemasangan tenda pengungsian bagi warga terdampak, penyediaan makanan siap saji serta lauk pauk yang sedang dipersiapkan, hingga kesiapan mobil dapur umum dari Dinas Sosial Provinsi Sulawesi Tenggara.

“Mobil dapur umum sudah dipersiapkan oleh Dinas Sosial Provinsi untuk mendukung pemenuhan kebutuhan konsumsi warga. Selain itu, ketersediaan air bersih juga sudah tersedia di lokasi pengungsian,” tambah Rukmana.

Di sisi lain, Direktur Utama Perumda Air Minum (PDAM) Tirta Anoa Kota Kendari, Sukriyaman, menyampaikan pihaknya turut mengambil langkah cepat untuk mendukung kebutuhan dasar masyarakat terdampak banjir

Menurutnya, PDAM saat ini tengah melakukan koordinasi lintas instansi guna memperkuat fasilitas layanan darurat di lokasi pengungsian.

“Saat ini kami sementara berkoordinasi dengan Kepala Balai Wilayah Sungai (BWS) serta Balai Cipta Karya untuk menyiapkan penanganan portable, meliputi penyediaan WC darurat, dapur umum, dan layanan air bersih bagi warga terdampak,” jelas Sukriyaman.

Ia menegaskan, penyediaan fasilitas portable menjadi langkah penting untuk menjaga sanitasi, kesehatan, serta kenyamanan masyarakat selama masa tanggap darurat.

Pemerintah Kota Kendari memastikan penanganan darurat terus dilakukan selama kondisi banjir masih berlangsung. Aparat gabungan bersama relawan juga tetap disiagakan untuk mengantisipasi kemungkinan peningkatan debit air, mengingat curah hujan yang masih cukup tinggi dalam beberapa hari terakhir.

Pemkot Kendari mengimbau masyarakat yang berada di daerah rawan banjir agar tetap waspada, mengikuti arahan petugas di lapangan, serta segera mengungsi ke lokasi yang telah disediakan apabila kondisi air kembali meningkat.

Upaya kolaboratif antara BPBD, Dinas Sosial, pemerintah provinsi, dan PDAM Tirta Anoa Kota Kendari serta unsur relawan diharapkan mampu memastikan keselamatan warga sekaligus mempercepat proses pemulihan pascabencana di wilayah terdampak banjir Kali Wanggu. (HenQ)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here