Pemkot Kendari Nonaktifkan Dua Lurah yang Diduga Terlibat Kasus di Kantor Kelurahan Poasia

0
Kepala BKPSDM Kota Kendari, Alfian (Foto Istimewa trijayakendari.com)

KENDARI, TRIJAYAKENDARI.COM – Pemerintah Kota Kendari mengambil langkah tegas menyikapi dugaan keterlibatan dua lurah dalam peristiwa yang terjadi di Kantor Kelurahan Poasia, Kecamatan Abeli, Kota Kendari, pada Jumat (12/6/2026) malam.

Kepala Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Kota Kendari, Alfian, mengatakan pemerintah kota telah memutuskan untuk menonaktifkan sementara kedua lurah tersebut guna memberikan ruang bagi penyelesaian proses hukum yang sedang berjalan.

“Dalam menyikapi kejadian dua lurah ini, yang pertama adalah kita nonaktifkan mereka dengan tujuan untuk menyelesaikan persoalan hukum yang mereka hadapi. Sementara untuk melaksanakan tugas-tugas pemerintahan di wilayahnya akan ditunjuk pelaksana tugas (Plt) sementara sampai ditunjuk pejabat definitif,” ujar Alfian kepada Trijayakendari.com, Sabtu (13/6/2026).

Menurut Alfian, langkah tersebut diambil sebagai bentuk komitmen Pemerintah Kota Kendari dalam menjaga integritas aparatur sipil negara sekaligus memastikan pelayanan kepada masyarakat tetap berjalan normal.

Ia juga membenarkan bahwa pemerintah kota telah menerima informasi terkait kejadian tersebut dan segera melakukan koordinasi dengan pihak terkait.

“Dengan adanya kejadian ini, pemerintah kota membenarkan bahwa memang semalam ada informasi dari masyarakat. Kami juga telah melakukan konfirmasi kepada pimpinan mereka, dalam hal ini Camat Abeli,” katanya.

Lebih lanjut, Alfian menegaskan bahwa Pemkot Kendari menghormati proses hukum yang sedang berlangsung dan menyerahkan sepenuhnya penanganan perkara kepada aparat penegak hukum.

Sementara itu, untuk menghindari terganggunya roda pemerintahan dan pelayanan publik di kelurahan yang dipimpin kedua lurah tersebut, Pemkot Kendari akan segera menunjuk pejabat pelaksana tugas hingga adanya keputusan lebih lanjut.

“Pemerintah Kota Kendari berkomitmen menjaga pelayanan kepada masyarakat tetap berjalan optimal meskipun terdapat persoalan yang melibatkan aparatur pemerintah. Karena itu, Plt akan segera ditunjuk agar seluruh aktivitas pemerintahan dan pelayanan publik tetap berlangsung sebagaimana mestinya,” tutup Alfian.

Peristiwa yang melibatkan dua lurah tersebut sebelumnya menjadi perhatian publik setelah beredar informasi adanya dugaan penggerebekan oleh warga di Kantor Kelurahan Poasia. Kedua lurah kemudian diamankan dan dievakuasi oleh pihak kepolisian untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan. Hingga kini, kasus tersebut masih dalam penanganan aparat berwenang. (HenQ)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here