Kendari – Akademisi sekaligus ahli terumbu karang internasional, Dr. Baru Sadarun, S.Pi., M.Si resmi mendaftarkan diri sebagai bakal calon Rektor Universitas Halu Oleo (UHO) periode 2026–2030.
Pendaftaran Dr. Baru Sadarun diterima Panitia Pemilihan Calon Rektor UHO pada Rabu, 21 Mei 2026. Kehadiran dosen senior Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan itu menambah dinamika pemilihan pimpinan perguruan tinggi terbesar di Sulawesi Tenggara tersebut.
Dr. Baru Sadarun dikenal sebagai akademisi dengan rekam jejak panjang di bidang ilmu kelautan dan konservasi terumbu karang. Pria berdarah Muna-Buton itu saat ini menjabat sebagai Ketua Jurusan Ilmu Kelautan Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan UHO.
Berdasarkan daftar riwayat hidup yang diterima media ini, Dr. Baru Sadarun menyelesaikan pendidikan strata satu di Universitas Sam Ratulangi pada bidang Ilmu dan Teknologi Kelautan tahun 1995. Selanjutnya, ia meraih gelar magister Biologi Laut di Institut Pertanian Bogor (IPB) pada 1999 dan doktor Teknologi Kelautan di kampus yang sama pada 2011.
Selain aktif sebagai dosen dengan jabatan fungsional Lektor Kepala IV/b, Dr. Baru Sadarun juga memiliki pengalaman panjang di tingkat nasional maupun internasional. Ia pernah menjabat Kepala Seksi Rehabilitasi Ekosistem Laut Kementerian Kelautan dan Perikanan RI di Jakarta periode 2005–2011.
Ia juga tercatat sebagai Presiden Scientific Diving Indonesia, asesor terumbu karang Indonesia, asesor penyelaman ilmiah, serta instruktur selam pada sejumlah organisasi internasional seperti POSSI, ADSI hingga ISTDA.
Dalam bidang akademik dan penelitian, kontribusi Dr. Baru Sadarun cukup menonjol. Ia memiliki puluhan publikasi ilmiah yang dimuat pada berbagai jurnal nasional dan internasional bereputasi. Penelitiannya banyak berfokus pada konservasi terumbu karang, bioteknologi laut, spons laut, hingga pengelolaan kawasan konservasi perairan.
Tidak hanya itu, Dr. Baru Sadarun juga aktif mengikuti berbagai pelatihan dan kegiatan internasional di Jepang, Australia hingga Malaysia terkait pengelolaan kawasan konservasi laut dan ekosistem pesisir.
Di lingkungan UHO, ia pernah dipercaya memimpin sejumlah program strategis, termasuk menjadi Kapuslit Laut Dalam dan Laut Dangkal LPPM UHO serta Kepala Tempat Uji Kompetensi Dosen.
Dalam kehidupan keluarga, Dr. Baru Sadarun menikah dengan Nurlian Ilyas, S.E., M.Si yang merupakan aparatur sipil negara di Kementerian Kelautan dan Perikanan RI. Pasangan ini dikaruniai seorang anak bernama Steven Muhamad, S.T yang saat ini tercatat sebagai mahasiswa baru program Magister Ilmu Komputer Universitas Indonesia tahun 2026.
Majunya Dr. Baru Sadarun dalam kontestasi pemilihan Rektor UHO dinilai membawa warna baru, khususnya dari kalangan akademisi berbasis riset kelautan dan lingkungan hidup. Dengan pengalaman akademik, birokrasi, serta jejaring internasional yang dimilikinya, ia disebut menjadi salah satu figur potensial dalam Pilrek UHO 2026–2030. (HenQ)




























