Kendari – Wakil Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP), Fahri Hamzah, meninjau kawasan Ruang Terbuka Hijau (RTH) Papalimba di Kelurahan Puday, Kecamatan Abeli, Kota Kendari, Provinsi Sulawesi Tenggara, dalam rangka kunjungan kerja untuk melihat potensi pengembangan kawasan pesisir. Kamis (6/3/2026).
Dalam kunjungan tersebut, Fahri menilai kawasan pesisir seperti Papalimba memiliki potensi besar untuk ditata menjadi kawasan wisata yang menarik jika dikelola dengan baik.
Menurutnya, Indonesia sebagai negara kepulauan memiliki ribuan kawasan pesisir yang dapat dikembangkan menjadi destinasi wisata.
“Jangan lupa ya, kita ini negara kepulauan. Jumlah pesisirnya itu ada 12.781 pesisir di seluruh Indonesia. Tempat seperti ini yang dihuni jumlahnya hampir 13 ribu,” kata Fahri Hamzah saat meninjau lokasi.
Ia menyebut, jika kawasan-kawasan pesisir tersebut ditata secara serius, maka Indonesia dapat memiliki banyak destinasi wisata pesisir yang indah.
“Kalau kita tata kawasan seperti ini, Presiden sekarang sudah menganggarkan sekitar 1.000 untuk kawasan Kampung Nelayan Merah Putih. Paling tidak kita bisa bilang satu tahun bikin ‘1.000 Maldives’,” ujarnya.
Menurut Fahri, kawasan pesisir yang
sebelumnya terkesan kumuh dapat berubah menjadi tempat yang bersih dan menarik sehingga menjadi destinasi wisata.
Ia bahkan membandingkan panorama di kawasan tersebut dengan salah satu destinasi terkenal di dunia.
“Orang sore-sore berdiri di sini melihat ke sana, itu kayak Selat Bosphorus di Turki. Jadi ini kita bisa bilang ‘The Bosphorus of Indonesia’,” tambahnya.
Fahri menegaskan, kunci utama dalam pengembangan kawasan pesisir bukan hanya pembangunan infrastruktur, tetapi juga pemeliharaan lingkungan secara berkelanjutan.
“Yang paling utama sekali adalah pemeliharaan. Kemudian sanitasi harus betul-betul bagus. Pengelolaan sampahnya juga harus bagus,” jelasnya.
Ia menambahkan, keterlibatan masyarakat sangat penting dalam menjaga kebersihan kawasan pesisir.
“Kadang-kadang kita kekurangan orang untuk membersihkan. Makanya seperti di Bali, perhatian terhadap pengelolaan sampah sudah bagus karena semua terlibat. Presiden sekarang juga mengkritik masih banyak kekotoran, jadi kita tidak boleh begitu,” katanya.
Sementara itu, Wali Kota Kendari, Siska Karina Imran, menyambut baik kunjungan Wakil Menteri PKP ke kawasan Papalimba Puday.
Menurut Siska, kunjungan tersebut menjadi motivasi bagi Pemerintah Kota Kendari untuk terus melakukan penataan kawasan pesisir agar lebih tertata, bersih, dan memiliki nilai wisata.
“Kami tentu sangat menyambut baik kunjungan Pak Wamen. Ini menjadi perhatian dan dukungan bagi pemerintah kota untuk terus menata kawasan pesisir agar lebih bersih, nyaman, dan bisa menjadi destinasi wisata bagi masyarakat,” ujar Siska.
Ia juga menegaskan bahwa Pemkot Kendari akan terus memperkuat pengelolaan kebersihan, sanitasi, serta penataan kawasan permukiman pesisir agar sejalan dengan program pemerintah pusat.
Dalam kunjungan tersebut, Fahri Hamzah didampingi sejumlah pejabat Kementerian PKP. Sementara Wali Kota Kendari didampingi sejumlah pejabat teknis Pemkot Kendari, di antaranya Plt Kepala Dinas PUPR Muh. Jayadi,
Kepala Bappeda Kota Kendari M. Saiful, Kepala Dinas Perumahan, Kawasan Permukiman dan Pertanahan Satria Damayanti, serta Kepala Dinas Perhubungan Paminuddin.
Kunjungan ini diharapkan dapat mendorong pengembangan kawasan pesisir di Kota Kendari agar lebih tertata, bersih, dan berpotensi menjadi destinasi wisata unggulan di daerah. (HenQ)


























