Apresiasi Wali Kota Kendari, Kecamatan Kadia Mulai Terapkan Pengangkutan Sampah Pihak Ketiga dari Rumah

0

Kendari – Pemerintah Kota Kendari melalui Kecamatan Kadia resmi memulai pelaksanaan pengelolaan persampahan oleh pihak ketiga, Selasa (3/3/2026). Program ini menerapkan sistem penjemputan sampah langsung dari rumah warga dan tempat usaha.

Camat Kadia, Hasman Dani, menjelaskan bahwa dengan dimulainya program tersebut, masyarakat tidak perlu lagi membuang sampah ke Tempat Pembuangan Sementara (TPS).

“Sekarang masyarakat cukup menyimpan sampah di depan rumah atau tempat usahanya masing-masing. Petugas akan menjemput langsung sesuai jadwal,” ujar Hasman Dani.

Ia menyebutkan, program ini melayani lima kelurahan di wilayah Kecamatan Kadia, yakni Kelurahan Anaiwoi, Bende, Kadia, Pondambea, dan Wowawanggu.

Untuk mendukung kelancaran operasional, pihak ketiga telah menyiapkan 13 armada pengangkut sampah, terdiri dari 10 unit Isuzu Traga dan 3 unit dump truck.

“Armada ini disiapkan untuk memastikan pelayanan berjalan optimal di lima kelurahan tersebut,” jelasnya.

Hasman Dani menambahkan, layanan penjemputan sampah bagi pelaku usaha telah berlangsung sejak Januari 2026, sementara untuk rumah tangga mulai efektif per 3 Maret 2026.

Terkait retribusi, ia menegaskan bahwa besaran retribusi persampahan rumah tangga sebesar Rp21 ribu per bulan dan telah berlaku sejak 1 Maret 2026. Dengan demikian, untuk tahun berjalan tersisa pembayaran selama 10 bulan.

“Pembayaran retribusi dilakukan di kantor kelurahan masing-masing atau melalui kecamatan. Jangan membayar langsung kepada petugas di lapangan,” tegasnya.

Ia juga mengimbau masyarakat agar menyimpan sampah dalam kantong plastik guna memudahkan proses pengangkutan.

Program ini mendapat dukungan dan apresiasi dari Wali Kota Kendari, Siska Karina Imran. Wali kota menilai inovasi yang dilakukan Kecamatan Kadia menjadi langkah strategis dalam mewujudkan Kota Kendari yang bersih dan tertata.

Menurutnya, sistem penjemputan langsung dari rumah akan mengurangi titik-titik penumpukan sampah dan meningkatkan estetika kota. Pemerintah Kota Kendari berharap program ini dapat menjadi pilot project pengelolaan persampahan se-Kota Kendari, sebelum diterapkan secara menyeluruh di kecamatan lain.

Dengan dukungan armada yang memadai dan partisipasi aktif masyarakat, target menjadikan Kendari sebagai kota yang bersih dan bebas sampah optimistis dapat tercapai. (HenQ)

 

Copyright @trijayakendari2026

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here