Waspada Akun Palsu Mengatasnamakan Wali Kota Kendari, Diduga Digunakan untuk Modus Penipuan Donasi

0

Kendari – Masyarakat Kota Kendari diimbau untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap beredarnya akun media sosial palsu yang mengatasnamakan Wali Kota Kendari, Siska Karina Imran.

Pemerintah Kota Kendari menegaskan bahwa akun yang saat ini beredar di media sosial tersebut merupakan akun palsu dan tidak memiliki keterkaitan dengan Wali Kota maupun pemerintah daerah.

Akun tersebut diduga digunakan oleh oknum tidak bertanggung jawab untuk menjalankan modus penipuan dengan dalih penggalangan donasi pembangunan masjid dan pondok pesantren. Pelaku biasanya menghubungi calon korban melalui pesan pribadi dengan menggunakan bahasa sopan dan bernuansa religius.

Modus yang digunakan umumnya diawali dengan menanyakan kabar, menjalin komunikasi secara intens, hingga menawarkan program sedekah atau donasi rutin. Setelah kepercayaan korban terbentuk, pelaku kemudian mengarahkan korban untuk mengirimkan sejumlah dana melalui rekening atau jalur pembayaran tidak resmi.

Pemerintah Kota Kendari menegaskan bahwa tidak pernah ada permintaan donasi, bantuan sosial, maupun penggalangan dana yang dilakukan melalui pesan pribadi atau akun media sosial tidak resmi.

“Masyarakat diharapkan selalu melakukan verifikasi informasi melalui kanal resmi Pemerintah Kota Kendari sebelum menindaklanjuti permintaan apa pun yang mengatasnamakan pejabat daerah,” demikian imbauan pemerintah.

Sebagai langkah pencegahan, masyarakat diminta untuk memperhatikan beberapa hal berikut:

  • Tidak mudah percaya pada akun yang mengatasnamakan pejabat publik
  • Memastikan informasi berasal dari sumber resmi pemerintah
  • Tidak mengirim uang maupun data pribadi tanpa verifikasi
  • Segera melaporkan akun mencurigakan kepada pihak berwenang atau platform media sosial terkait

Pemerintah juga mengingatkan bahwa kewaspadaan masyarakat menjadi kunci utama dalam mencegah terjadinya penipuan digital yang semakin marak dengan memanfaatkan identitas pejabat publik.

Dengan meningkatnya literasi digital dan kehati-hatian masyarakat, diharapkan praktik penipuan serupa dapat dicegah sejak dini. (HenQ)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here