Kendari – Pemerintah Kota Kendari kembali melanjutkan rangkaian Safari Ramadan di Masjid Nurul Husnah, Kelurahan Kambu, Kamis (26/2/2026). Kegiatan ini menjadi ajang silaturahmi sekaligus ruang dialog antara pemerintah dan masyarakat.
Dalam sambutannya, Wakil Wali Kota Kendari Sudirman menegaskan bahwa Safari Ramadan bukan sekadar agenda tahunan, melainkan momentum mempererat hubungan emosional antara pemerintah dan warga. Ia mengajak masyarakat membangun komunikasi yang harmonis serta menghidupkan kembali semangat gotong royong.
Menurutnya, masih ditemukan adanya jarak komunikasi di tengah masyarakat, bahkan antar tetangga yang tidak saling menyapa atau dalam istilah lokal disebut “baku-ombe”. Ia pun mengimbau warga untuk mulai membuka diri dan membangun interaksi sederhana sebagai langkah awal mempererat kebersamaan.
“Silaturahmi itu sederhana, bisa dimulai dari hal kecil seperti saling menyapa dan membantu tetangga. Dampaknya besar bagi keharmonisan lingkungan,” ujarnya.

Selain itu, ia menekankan empat poin penting dalam memperkuat solidaritas sosial, yakni kepedulian terhadap tetangga yang membutuhkan, perhatian kepada anak yatim dan kaum dhuafa, menjaga kebersihan serta keamanan lingkungan, dan membina generasi muda agar terhindar dari pengaruh negatif.
Pemkot Kendari, lanjutnya, berkomitmen mendukung pemberdayaan masyarakat dan penguatan ekonomi kerakyatan. Namun, keberhasilan pembangunan memerlukan partisipasi aktif seluruh elemen masyarakat, mulai dari camat, lurah, RT hingga warga.
Sebagai bentuk dukungan terhadap kegiatan keagamaan, Wakil Wali Kota menyerahkan bantuan uang tunai kepada pengurus Masjid Nurul Husnah. Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan salat Tarawih dan witir berjamaah.
Dalam sesi dialog, warga menyampaikan sejumlah aspirasi, di antaranya usulan penyelesaian pembangunan masjid serta perbaikan jalan di kompleks perumahan. Pengurus masjid, Wahyudin Muis, juga menyampaikan apresiasi atas pemasangan 10 titik lampu penerangan jalan yang dinilai sangat membantu masyarakat.
Safari Ramadan di Kecamatan Kambu ini pun menjadi wadah komunikasi dua arah antara pemerintah dan warga, memperkuat kepercayaan serta kebersamaan di bulan suci Ramadan. (Red)

























