320 Hektare Sawah Amohalo Terdampak Kekeringan, Wali Kota Kendari Siska Serahkan Bantuan Alsintan

0

Kendari – Wali Kota Kendari, dr. Hj. Siska Karina Imran, menyerahkan bantuan alat dan mesin pertanian (alsintan) kepada kelompok tani penerima manfaat saat menghadiri panen padi sawah musim tanam kedua tahun 2026 di Persawahan Amohalo, Kelurahan Baruga, Kecamatan Baruga, Senin (28/9/2026).

Penyerahan bantuan tersebut menjadi bagian dari komitmen Pemerintah Kota Kendari dalam memperkuat sektor pertanian, meningkatkan efisiensi kerja petani sekaligus membantu menghadapi tantangan perubahan iklim yang berdampak terhadap produksi pertanian.

Bantuan alsintan diharapkan dapat dimanfaatkan kelompok tani untuk mengoptimalkan pengolahan lahan pada musim tanam berikutnya, mempercepat proses panen serta mendukung pengelolaan pengairan sawah, terutama ketika menghadapi musim kemarau maupun penghujan.

Kegiatan panen tersebut turut dihadiri Wakil Walikota Sudirman, Sekda Kota Kendari Amir Hasan, hadir unsur Forkopimda, jajaran Pemerintah Kota Kendari, pemangku kepentingan bidang pertanian, penyuluh, tokoh masyarakat serta kelompok tani.

Dalam sambutannya, Siska mengatakan panen padi musim tanam kedua tahun 2026 bukan sekadar rutinitas pertanian, tetapi menjadi bukti perjuangan dan ketangguhan petani dalam menghadapi kondisi cuaca ekstrem.

“Panen hari ini bukan sekadar rutinitas pertanian biasa. Panen musim tanam kedua tahun 2026 ini adalah bukti nyata dari sebuah perjuangan, kerja keras, dan ketangguhan yang luar biasa,” kata Siska.

Menurutnya, musim tanam kedua tahun ini menghadapi tantangan cukup berat akibat kekeringan yang melanda sejumlah wilayah persawahan di Kota Kendari, termasuk kawasan Amohalo.

Berdasarkan data yang disampaikan Pemerintah Kota Kendari, dampak kekeringan tercatat sekitar 320 hektare lahan persawahan. Dari luasan tersebut, terdapat sekitar 113 hektare yang mengalami dampak kategori sedang hingga berat, sementara sekitar 5 hektare dilaporkan mengalami puso atau gagal panen.

Siska menegaskan, kondisi tersebut menjadi perhatian Pemerintah Kota Kendari. Pemerintah, kata dia, terus berupaya menyalurkan bantuan dan melakukan langkah penanganan, termasuk berkoordinasi dengan berbagai pemangku kepentingan untuk memastikan ketersediaan air dapat menjangkau lahan-lahan yang mengalami kondisi paling kritis.

“Pemerintah Kota Kendari tentunya tidak akan tinggal diam dan terus bergerak cepat mengupayakan menyalurkan berbagai bantuan dan melakukan langkah penanganan darurat serta memberikan dukungan bagi petani,” ujarnya.

Walikota juga mengingatkan agar kondisi yang terjadi pada musim tanam kali ini menjadi bahan evaluasi untuk memperkuat sistem pertanian di Kota Kendari.

Ia mendorong sektor pertanian agar semakin adaptif terhadap perubahan iklim dan responsif dalam meminimalkan dampak bencana, baik kekeringan maupun banjir.

“Ke depannya, kita harus belajar dari kondisi ini, untuk lebih memperkuat sistem pertanian kita. Lebih adaptif lagi terhadap perubahan iklim, lebih responsif dalam meminimalisir dampak bencana, baik itu kekeringan maupun banjir,” katanya.

Siska turut memberikan apresiasi kepada para petani Amohalo dan sekitarnya yang tetap berupaya memproduksi pangan di tengah keterbatasan air dan cuaca ekstrem.

Ia menilai ketangguhan petani menjadi salah satu faktor penting dalam menjaga produksi pangan sekaligus mendukung ketersediaan pangan bagi masyarakat Kota Kendari.

Sementara itu, Kepala Dinas Pertanian Kota Kendari, Imran Ismail, dalam laporannya menyampaikan bahwa kawasan persawahan Amohalo tetap mampu berproduksi meski menghadapi dinamika cuaca dan dampak kekeringan.

Menurut Imran, kondisi tersebut menunjukkan ketangguhan petani serta pentingnya dukungan penyuluh dan berbagai pihak dalam menjaga produksi pertanian.

“Dengan ketangguhan petani Amohalo, informasi dari penyuluh serta bantuan dari semua pihak, dampak kekeringan kali ini mampu diminimalisir,” ujar Imran.

Ia mengatakan, bantuan alsintan yang diserahkan pada kegiatan tersebut merupakan bagian dari program Pemerintah Kota Kendari tahun anggaran 2026 untuk mendukung modernisasi sektor pertanian dan meningkatkan efisiensi kerja petani.

Imran berharap bantuan tersebut dapat dimanfaatkan secara optimal oleh kelompok tani, terutama untuk mendukung pengolahan lahan, mempercepat proses panen serta membantu manajemen pengairan pada musim tanam berikutnya.

Panen padi musim tanam kedua di Persawahan Amohalo kemudian dilanjutkan dengan prosesi panen secara simbolis oleh Wali Kota Kendari bersama jajaran dan kelompok tani.

Pemerintah Kota Kendari berharap produksi pertanian tetap terjaga sehingga kawasan Amohalo dapat terus berkontribusi terhadap ketersediaan pangan dan stabilitas pasokan pangan di Kota Kendari. (HenQ)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here