
KENDARI — Kinerja Bank Sultra sepanjang tahun buku 2025 menunjukkan tren positif di berbagai indikator utama. Dalam laporan keuangan yang dipaparkan pada Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS), bank pembangunan daerah tersebut berhasil membukukan laba bersih sebesar Rp419 miliar.
Dari total laba tersebut, para pemegang saham menyepakati pembagian dividen sebesar 75 persen atau senilai Rp314 miliar. Dividen tersebut akan disalurkan kepada pemerintah daerah yang menjadi pemegang saham sebagai kontribusi terhadap pendapatan daerah. Porsi dividen tersebut juga meningkat dibandingkan tahun sebelumnya yang berada di kisaran 70 persen.
RUPS tahun buku 2025 itu digelar di Tower Bank Sultra, Jumat (13/3/2026), dan dihadiri oleh Gubernur Sulawesi Tenggara, Andi Sumangerukka, bersama para bupati dan wali kota dari 17 kabupaten/kota di wilayah Sulawesi Tenggara serta perwakilan dari Bank Jatim sebagai mitra Kelompok Usaha Bank (KUB). Forum tersebut menjadi agenda tahunan yang bertujuan mengevaluasi kinerja perusahaan serta menentukan arah kebijakan strategis ke depan.
Dalam laporan yang disampaikan manajemen, total aset Bank Sultra pada 2025 tercatat mencapai Rp14,8 triliun. Angka tersebut mengalami pertumbuhan sekitar 5,03 persen dibandingkan posisi tahun 2024. Pertumbuhan ini mencerminkan peningkatan kapasitas bisnis bank serta kepercayaan masyarakat terhadap layanan perbankan daerah.
Selain itu, penghimpunan dana pihak ketiga (DPK) juga menunjukkan peningkatan. Sepanjang tahun 2025, Bank Sultra berhasil menghimpun dana sebesar Rp10,3 triliun atau tumbuh sekitar 1,85 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Sementara dari sisi penyaluran pembiayaan, kredit yang disalurkan mencapai Rp9,5 triliun atau meningkat sekitar 3,25 persen secara tahunan.
Direktur Utama Bank Sultra, Andri Permana Diputra Abubakar, menjelaskan bahwa capaian tersebut merupakan hasil dari strategi bisnis yang difokuskan pada penguatan fungsi intermediasi, peningkatan layanan, serta ekspansi pembiayaan untuk mendukung perekonomian daerah. Dengan kinerja tersebut, Bank Sultra diharapkan mampu memperkuat posisinya sebagai bank pembangunan daerah yang berperan dalam mendorong pertumbuhan ekonomi di wilayah Sulawesi Tenggara.
Sementara itu, Gubernur Andi Sumangerukka menyampaikan apresiasi atas capaian kinerja yang dinilai menunjukkan perkembangan positif di berbagai aspek, mulai dari pertumbuhan aset, peningkatan penyaluran kredit hingga perolehan laba.
Menurutnya, laporan pertanggungjawaban direksi yang disampaikan dalam RUPS memperlihatkan bahwa manajemen bank mampu menjaga kinerja perusahaan secara baik di tengah dinamika ekonomi.
“Semua laporan yang disampaikan menunjukkan hasil positif. Kami menanyakan capaian serta kendala yang ada, dan secara keseluruhan kinerjanya memuaskan,” ujar gubernur usai rapat.
Ia menambahkan bahwa RUPS tidak hanya menjadi forum pertanggungjawaban manajemen kepada para pemegang saham, tetapi juga menjadi ruang evaluasi untuk memperkuat tata kelola perusahaan serta menentukan langkah strategis ke depan.
Selain RUPS tahunan, dalam kesempatan yang sama juga digelar RUPS Luar Biasa yang membahas penguatan struktur organisasi perusahaan, termasuk rencana penambahan direksi guna meningkatkan kinerja dan tata kelola perusahaan di masa mendatang.
Dengan capaian kinerja yang positif tersebut, Bank Sultra diharapkan mampu terus memperkuat perannya sebagai bank regional yang mendukung pembangunan ekonomi daerah serta memberikan kontribusi nyata bagi peningkatan pendapatan daerah melalui setoran dividen kepada pemerintah daerah sebagai pemegang saham. (HenQ)

























