Anton Timbang Tegaskan KADIN Rumah Besar Pelaku Usaha Sultra dan Dorong Aspal Buton Naik Kelas Lewat Hilirisasi

0

KENDARI — Musyawarah Provinsi (MUPROV) VIII Kamar Dagang dan Industri Indonesia (KADIN) Sulawesi Tenggara digelar di salah satu hotel di Kota Kendari, Sabtu (14/2/2026). Agenda lima tahunan ini menjadi momentum konsolidasi organisasi sekaligus penegasan arah kebijakan dunia usaha di Bumi Anoa.

Ketua KADIN Sultra, Anton Timbang, dalam sambutannya menyampaikan apresiasi atas kebersamaan dan soliditas pengurus selama lima tahun terakhir. Ia menyebut MUPROV bukan hanya forum pergantian kepengurusan, tetapi ruang evaluasi dan perumusan strategi menghadapi tantangan ekonomi yang semakin kompleks.

“Tidak terasa kita sudah lima tahun bersama. Kebersamaan ini menjadi kekuatan besar bagi KADIN Sultra untuk terus berkontribusi dalam pembangunan daerah,” ujar Anton Timbang.

Ia menegaskan, KADIN Sultra berkomitmen mendorong hilirisasi komoditas unggulan daerah, khususnya aspal alam Buton, agar memiliki nilai tambah dan menarik investasi industri pengolahan di Sulawesi Tenggara.

Menurutnya, potensi besar tersebut harus dikelola secara terintegrasi sehingga memberikan dampak nyata terhadap peningkatan pendapatan daerah dan penciptaan lapangan kerja.

Selain itu, penguatan sektor Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) juga menjadi prioritas. Anton Timbang menekankan pentingnya kolaborasi antara pengusaha besar dan UMKM agar tercipta ekosistem usaha yang saling mendukung dan berdaya saing.

“KADIN harus menjadi rumah besar bagi seluruh pelaku usaha, baik skala besar maupun UMKM. Kita ingin pertumbuhan ekonomi yang inklusif dan merata,” tegasnya.

Sambutan Gubernur Sulawesi Tenggara yang dibacakan Asisten III Setda Sultra, Roni Yakob, turut menekankan pentingnya sinergi antara pemerintah dan dunia usaha dalam menciptakan iklim investasi yang kondusif.

Sementara itu, Wakil Ketua Umum Koordinator Bidang Organisasi, Komunikasi dan Pemberdayaan Daerah KADIN Indonesia, Erwin Aksa, mengingatkan pentingnya soliditas internal organisasi dan modernisasi tata kelola KADIN di daerah.

MUPROV VIII ini dihadiri jajaran pengurus KADIN kabupaten/kota se-Sulawesi Tenggara, unsur Forkopimda, asosiasi pengusaha, serta berbagai pemangku kepentingan lainnya. Forum ini diharapkan melahirkan kepemimpinan dan program kerja yang mampu menjawab tantangan serta peluang ekonomi Sulawesi Tenggara ke depan. (HenQ)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here