Kendari – Pemerintah Kota Kendari terus memperkuat upaya penurunan angka stunting melalui pengaktifan program Satu ASN Satu Anak Asuh. Wali Kota Kendari, Siska Karina Imran, berperan aktif menggaungkan kembali program tersebut sebagai bentuk komitmen pemerintah daerah dalam memastikan tumbuh kembang anak berjalan optimal sejak dini.
Siska Karina Imran menegaskan bahwa persoalan stunting membutuhkan keterlibatan semua pihak, bukan hanya tenaga kesehatan. Menurutnya, kehadiran aparatur sipil negara (ASN) secara langsung di tengah masyarakat menjadi langkah penting untuk memastikan intervensi berjalan tepat sasaran.
“Program satu ASN satu anak asuh harus dijalankan secara konsisten. Ini bukan sekadar bantuan sesaat, tetapi bentuk kepedulian dan tanggung jawab bersama untuk masa depan anak-anak Kendari,” ujar Siska Karina Imran.
Berdasarkan data yang diperoleh MNC Trijaya, keterlibatan dalam program ini tidak hanya datang dari Wali Kota Kendari, tetapi juga Wakil Wali Kota, Sekretaris Daerah, Ketua DPRD, serta anggota DPRD Kota Kendari. Selain itu, seluruh organisasi perangkat daerah (OPD) dan Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) turut ambil bagian dalam mendukung pendampingan balita berisiko stunting.
Tercatat, pada tahun 2026 terdapat 462 orang balita stunting di kota Kendari yang mendapat pendampingan untuk diberikan perhatian khusus melalui pemantauan kondisi gizi, pendampingan keluarga, serta koordinasi dengan tenaga kesehatan dan kader posyandu.
Melalui skema pendampingan ini, setiap ASN atau pejabat yang terlibat tidak hanya memberikan bantuan makanan tambahan, tetapi juga berperan dalam memberikan edukasi kepada orang tua terkait pola asuh, kebersihan lingkungan, dan pentingnya pemeriksaan kesehatan rutin.
Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Kota Kendari, Sahuriyanto Meronda, mengatakan peran ASN kini diperluas dari fungsi administratif menjadi bagian dari solusi nyata dalam penanganan stunting.
“Peran ASN tidak lagi sebatas urusan administrasi. ASN kini menjadi bagian dari solusi stunting secara langsung. Ini merupakan bentuk komitmen moral untuk membantu tumbuh kembang generasi muda melalui intervensi yang terukur dan bersentuhan langsung dengan masyarakat,” jelas Sahuriyanto. Rabu (11/2/2026).
Program yang dijalankan Pemkot Kendari ini sejalan dengan kebijakan nasional. Secara nasional, Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) juga menggalakkan Gerakan Orang Tua Asuh Cegah Stunting (Genting), yang telah menjangkau ratusan ribu anak asuh di berbagai wilayah Indonesia.
Inisiatif Genting bertujuan memastikan dukungan gizi dan pengasuhan sejak dini, khususnya pada 1.000 hari pertama kehidupan, yang menjadi periode krusial dalam memutus rantai stunting secara komprehensif.
Dengan keterlibatan lintas unsur pemerintahan dan dukungan berbagai pihak, Pemerintah Kota Kendari optimistis program pendampingan balita stunting dapat memberikan dampak signifikan terhadap penurunan angka stunting sekaligus membangun kesadaran kolektif akan pentingnya pemenuhan gizi dan pengasuhan anak sejak dini. (HenQ)


























