KENDARI – Pemerintah Kabupaten Konawe Utara (Konut) menggelar Focus Group Discussion (FGD) membahas hasil kajian studi kelayakan, rencana induk bandara, serta rancangan teknik terinci pembangunan Bandara Udara Konasara dan Skadron 22 Sena Pusat Penerbangan Angkatan Darat (Puspenerbad) di Kecamatan Langgikima, Kamis (18/9/2025).
FGD ini dihadiri Komandan Puspenerbad Mayjen TNI Zainuddin, Bupati dan Wakil Bupati Konut H. Ikbar dan Abuhaera, Dandrem 143/HO, Dandim Konut, Kapolres Konut, pejabat Pemprov Sultra, serta Tim Ahli dari Universitas Hasanuddin.
Ketua Tim Pengkaji, Prof. Sakti Aji Adisasmita, menjelaskan bahwa konsultan telah menyelesaikan tiga dokumen utama yaitu visibility study, master plan, dan detail engineering design (DED).
“Dari hasil kajian visibility study, kami telah menganalisis berbagai aspek, mulai dari teknis, operasional, lingkungan, tata ruang, hingga pertahanan-keamanan. Kesimpulannya, pembangunan Bandara dan Skadron ini layak dilanjutkan dengan beberapa catatan,” ujarnya.
Prof. Sakti Aji menambahkan, lahan seluas 180 hektar yang disiapkan Pemkab Konut mencukupi untuk tahap awal, namun masih perlu perluasan agar runway bisa mencapai 3.000 meter sehingga dapat melayani pesawat besar seperti Boeing dan Hercules, serta membuka peluang penerbangan sipil.
“Dari sisi tata ruang, wilayah ini masih sangat ideal dan lowong, tidak akan mengganggu permukiman warga,” jelasnya.
Tahap berikutnya adalah penyusunan dokumen AMDAL dan Andalalin, sebelum masuk tahap konstruksi yang ditargetkan bisa dimulai pertengahan 2026. Proyek ini ditargetkan selesai dan difungsikan pada 2028.
Bupati Konawe Utara, H. Ikbar, dalam sambutannya menegaskan bahwa keberadaan Bandara Konasara dan Skadron Serbaguna tidak hanya bernilai ekonomi, tetapi juga strategis bagi pertahanan dan kemanusiaan.
“Bandara ini akan menjadi lompatan strategis. Pertama, meningkatkan konektivitas dan aksesibilitas. Kedua, mendorong pertumbuhan ekonomi. Ketiga, memperkuat sektor unggulan. Keempat, memberi nilai tambah investasi dan daya saing daerah,” ungkap Ikbar.
Selain itu, keberadaan Lanud Konasara akan memperkuat postur pertahanan TNI AD untuk menjaga Alur Laut Kepulauan Indonesia (ALKI) III, sekaligus mendukung misi kemanusiaan seperti penanggulangan bencana, evakuasi darurat, hingga distribusi logistik.
Bupati Ikbar menyebut FGD ini merupakan tahap akhir dari rangkaian panjang kajian, survei, hingga perencanaan teknis. Ia berharap sinergi antara Pemkab Konut, Pemprov Sultra, pemerintah pusat, dan TNI AD terus diperkuat agar proyek ini berjalan lancar.
“Kolaborasi yang kuat akan membawa manfaat besar, bukan hanya untuk masyarakat Konawe Utara, tetapi juga untuk kemajuan bangsa,” pungkasnya. (HenQ)




























