GEMA MOBASA Resmi Digelar, Bunda Literasi Kendari Ajak Siswa SDN 88 Gemar Membaca

0

Kendari – Pemerintah Kota Kendari melalui Dinas Perpustakaan dan Kearsipan resmi menggelar kegiatan perdana Gerakan Bersama Gemar Membaca Berbasis Inklusi Sosial (GEMA MOBASA) di halaman upacara SD Negeri 88 Kendari, Jumat (13/2/2026) pagi.

Kegiatan ini dihadiri langsung oleh Bunda Literasi Kota Kendari, Shintya Putri Anawula Sudirman, Bunda PAUD Kecamatan Kadia Wa Ode Sufiati, Camat Kadia Hasman Dani, Lurah Kadia Yuni Ade, serta Kepala SDN 88 Kendari Usman Piy bersama para guru. Sekitar 100 siswa turut berpartisipasi dalam kegiatan tersebut.

Program GEMA MOBASA merupakan bagian dari upaya Pemerintah Kota Kendari dalam mendorong peningkatan budaya baca sejak usia dini melalui pendekatan inklusi sosial. Kegiatan ini menekankan pembiasaan membaca nyaring (read aloud) selama 10 menit sebelum pembelajaran dimulai, serta penguatan literasi melalui kegiatan mendongeng.

Bunda literasi kota Kendari Shintya Putri Anawula Sudirman (foto TrijayaKendari)

Bunda Literasi Kota Kendari, Shintya Putri Anawula Sudirman, dalam sambutannya menegaskan bahwa literasi merupakan fondasi utama dalam membangun generasi unggul dan berdaya saing.

“Budaya membaca harus ditanamkan sejak dini, dimulai dari keluarga dan diperkuat di lingkungan sekolah. Melalui GEMA MOBASA, kita ingin menghadirkan gerakan bersama yang melibatkan seluruh elemen, agar anak-anak Kendari tumbuh menjadi generasi yang cerdas, kreatif, dan berkarakter,” ujarnya.

Ia juga mengapresiasi keterlibatan para guru dan orang tua yang terus mendorong anak-anak untuk gemar membaca, serta berharap kegiatan ini dapat dilaksanakan secara berkelanjutan di seluruh sekolah di Kota Kendari.

Kepala Bidang Pengembangan Perpustakaan dan Pembudayaan Kegemaran Membaca Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kota Kendari, Arniaty Daeng Kanang, menjelaskan bahwa GEMA MOBASA dirancang sebagai gerakan berkelanjutan yang menyasar seluruh satuan pendidikan di Kota Kendari.

“Program GEMA MOBASA bukan hanya kegiatan seremonial, tetapi menjadi langkah strategis dalam membudayakan kegemaran membaca berbasis inklusi sosial. Kami ingin memastikan setiap anak, tanpa terkecuali, memiliki akses dan kesempatan yang sama untuk tumbuh bersama literasi,” ujarnya.

Ia menambahkan, melalui metode membaca nyaring selama 10 menit sebelum pembelajaran serta kegiatan mendongeng, diharapkan tercipta kebiasaan positif yang berdampak jangka panjang terhadap peningkatan kemampuan literasi siswa.

“Target kami, budaya membaca menjadi rutinitas harian di sekolah. Dengan dukungan Bunda Literasi, pemerintah kecamatan, sekolah, dan orang tua, kami optimistis minat baca anak-anak di Kota Kendari akan terus meningkat,” jelas Arniaty.

Sementara itu, Bunda PAUD Kecamatan Kadia, Wa Ode Sufiati, menyampaikan bahwa pembiasaan membaca di usia dini sangat berpengaruh terhadap perkembangan kognitif dan karakter anak.

“Membaca bukan hanya soal mengenal huruf, tetapi bagaimana anak belajar memahami, berimajinasi, serta menumbuhkan rasa percaya diri. Kami di tingkat kecamatan siap mendukung penuh program ini agar berjalan konsisten di satuan pendidikan,” katanya.

Camat Kadia, Hasman Dani, juga menegaskan komitmen pemerintah kecamatan dalam mendukung gerakan literasi tersebut.

“Gerakan ini bukan sekadar seremoni, tetapi harus menjadi kebiasaan. Kami berharap seluruh sekolah di Kecamatan Kadia dapat mengimplementasikan program membaca nyaring setiap hari, sehingga minat baca anak-anak semakin meningkat,” tegasnya.

Kepala SDN 88 Kendari, Usman, menyambut baik dipilihnya sekolah tersebut sebagai lokasi perdana pelaksanaan kegiatan. Menurutnya, program ini menjadi motivasi bagi pihak sekolah untuk terus berinovasi dalam meningkatkan budaya literasi di lingkungan pendidikan.

Kegiatan GEMA MOBASA di SDN 88 Kendari ditutup dengan sesi membaca bersama dan interaksi literasi yang berlangsung penuh antusias. (HenQ)

Copyright trijayakendari@2026

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here