Kendari — Pemerintah Kota Kendari menegaskan komitmennya untuk mengatasi permasalahan antrean Bahan Bakar Minyak (BBM) yang terjadi di kawasan kota Kendari. Hal ini disampaikan langsung oleh Walikota Kendari, Siska Karina Imran, dalam kegiatan Coffee Morning bersama Forkopimda, instansi terkait, dan insan media yang berlangsung di Goola Hidden Garden pada Jumat (16/10/2026).
Dalam keterangannya, Walikota mengungkapkan bahwa penanganan BBM dilakukan secara intensif dengan kolaborasi penuh bersama jajaran Forkopimda, Kapolresta, Kejaksaan, hingga instansi terkait. Langkah pengawasan di lapangan bahkan telah rutin dilakukan oleh Wakil Walikota sejak subuh.
”Pak Wakil dari jam lima subuh, bahkan setengah enam, sudah turun langsung ke lapangan untuk memastikan penanganan BBM berjalan dengan baik. Setiap hari tim fokus pada masalah ini bersama Forkopimda,” tegas Siska.
Walikota juga menyoroti temuan indikasi kecurangan dan penyalahgunaan distribusi BBM yang melibatkan oknum masyarakat serta pihak Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU). Ia menegaskan tidak akan memberikan toleransi terhadap segala bentuk manipulasi.
”Kemarin ada update warga yang mencoba melakukan manipulasi dengan berkolaborasi bersama pihak SPBU. Saya tegaskan, kita tidak main-main. Jika hal seperti ini masih terjadi, kami akan berkoordinasi dengan Forkopimda untuk melakukan penutupan terhadap SPBU tersebut,” lanjutnya.
Siska menambahkan bahwa permasalahan BBM ini tidak hanya dialami di Kota Kendari. Meski demikian, Pemerintah Kota Kendari terus berupaya merumuskan berbagai formula dan solusi untuk mengurai panjangnya antrean. Menurutnya, langkah-langkah penanganan yang diterapkan secara bertahap mulai membuahkan hasil dan meminimalkan kepadatan antrean di SPBU.
”Upaya yang kita lakukan hari demi hari mulai menunjukkan perbaikan. Antrean yang dulunya mengular berkilometer-kilometer kini sudah mulai berkurang. Ini merupakan bukti komitmen Pemkot untuk terus menghadirkan perbaikan bagi masyarakat,” pungkasnya. (HenQ)



























