Kota Kendari Masuk Wilayah Potensi Asap Sedang, Ini 5 Imbauan Penting dari BPBD

0

KENDARI – Masyarakat Kota Kendari diminta meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi sebaran asap yang diperkirakan terjadi selama tiga hari ke depan, mulai 10 hingga 12 Oktober 2026.

Berdasarkan informasi dalam siaran pers Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) tertanggal 9 Oktober 2026, Kota Kendari masuk dalam wilayah dengan potensi asap kategori sedang.

Informasi tersebut menjadi perhatian Pemerintah Kota Kendari melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), mengingat sebaran asap berpotensi memengaruhi kualitas udara, kesehatan masyarakat, hingga jarak pandang pengguna jalan.

Wali Kota Kendari, Siska Karina Imran, mengimbau masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan dan menjaga kesehatan selama periode potensi sebaran asap tersebut.

Masyarakat juga diharapkan mengikuti informasi resmi dari BMKG dan BPBD serta melakukan langkah-langkah pencegahan untuk mengurangi risiko paparan asap, khususnya bagi kelompok rentan.

Kepala Pelaksana BPBD Kota Kendari, Cornelius Padang, melalui imbauan kesiapsiagaan BPBD mengingatkan masyarakat agar tidak mengabaikan potensi dampak sebaran asap.

Dalam informasi yang disampaikan BPBD Kota Kendari, arah angin dan citra Himawari-9 menunjukkan sebaran asap yang memasuki wilayah Sulawesi Tenggara berasal dari luar wilayah Sultra, terutama dari Papua Selatan, Maluku, dan Kalimantan.

Meski demikian, masyarakat tetap diminta memantau perkembangan kondisi atmosfer dan kualitas udara karena situasi dapat berubah mengikuti arah angin dan kondisi cuaca.

BPBD Kota Kendari menyampaikan lima langkah antisipasi yang perlu diperhatikan masyarakat selama potensi sebaran asap berlangsung.

Pertama, gunakan masker. Masyarakat disarankan menggunakan masker saat beraktivitas di luar ruangan, terutama apabila kondisi udara mulai berkabut atau tercium bau asap.

Kedua, perbanyak minum air putih. Menjaga kecukupan cairan tubuh penting dilakukan selama beraktivitas, terlebih jika kondisi lingkungan kurang nyaman akibat penurunan kualitas udara.

Ketiga, tutup jendela rumah ketika asap meningkat. Jika asap mulai masuk ke lingkungan permukiman, masyarakat dapat menutup jendela dan pintu untuk mengurangi masuknya udara dari luar.

Keempat, lindungi kelompok rentan. Anak-anak, lanjut usia, ibu hamil, serta masyarakat yang sensitif terhadap gangguan pernapasan perlu mendapat perhatian lebih. Aktivitas di luar ruangan sebaiknya dikurangi apabila kondisi udara memburuk.

Kelima, waspadai gangguan jarak pandang. Pengendara kendaraan bermotor dan pengguna transportasi lainnya diminta meningkatkan kehati-hatian apabila jarak pandang menurun akibat kabut atau asap.

BPBD juga mengingatkan masyarakat untuk segera mencari pertolongan medis apabila mengalami keluhan seperti sesak napas, iritasi mata, atau gangguan pernapasan yang memburuk.

Pemerintah Kota Kendari mengajak masyarakat untuk tetap tenang, tetapi tidak mengabaikan potensi risiko yang mungkin terjadi. Pemantauan informasi resmi diperlukan agar warga dapat menyesuaikan aktivitas sesuai perkembangan kondisi di lapangan.

Masyarakat dapat mengikuti pembaruan informasi dari BMKG dan BPBD, terutama terkait potensi sebaran asap, kualitas udara, arah angin, serta kondisi cuaca di wilayah Kota Kendari dan sekitarnya.

Kewaspadaan bersama diharapkan dapat membantu mengurangi dampak paparan asap terhadap kesehatan masyarakat sekaligus mengantisipasi kemungkinan gangguan aktivitas dan transportasi.

BPBD Kota Kendari mengingatkan: waspada asap, jaga kesehatan dan keselamatan. (Redaksi)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here