Kendari — Dalam beberapa bulan terakhir, nama Kota Kendari semakin sering terdengar di ruang-ruang strategis nasional. Dari kementerian hingga parlemen, satu agenda terus diperjuangkan: memastikan kesiapan Kendari sebagai tuan rumah UCLG ASPAC Executive Bureau Meeting and Asia Pacific Forum 2026.
Di balik kepercayaan internasional tersebut, terdapat rangkaian diplomasi intensif yang dilakukan langsung oleh Wali Kota Kendari, Siska Karina Imran.
Forum dunia yang akan digelar pada 6–9 Mei 2026 itu bukan hadir secara tiba-tiba. Ia merupakan hasil kerja panjang membangun komunikasi lintas lembaga, lintas sektor, dan lintas negara.
Diplomasi Kota Dimulai dari Jakarta
Pekan lalu di Jakarta menjadi salah satu fase penting dalam persiapan Kendari menuju panggung global.
Wali Kota Kendari melakukan serangkaian pertemuan strategis dengan pemerintah pusat dan pemangku kepentingan nasional guna memastikan dukungan penuh bagi pelaksanaan UCLG ASPAC 2026.
Pertemuan dilakukan bersama Tito Karnavian di Kementerian Dalam Negeri Republik Indonesia, membahas penguatan dukungan pemerintah pusat serta kesiapan daerah dalam penyelenggaraan agenda internasional.
Di parlemen nasional, Siska Karina Imran juga melakukan komunikasi dengan anggota Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia untuk mendorong sinergi kebijakan pusat dan daerah dalam mendukung promosi Indonesia Timur melalui forum global tersebut.
Langkah diplomasi berlanjut dengan pertemuan bersama Menteri Ekonomi Kreatif, Teuku Riefky Harsya, guna memperkuat keterlibatan sektor ekonomi kreatif nasional dalam rangkaian UCLG ASPAC 2026.
Selain itu, koordinasi dilakukan dengan Kementerian Pariwisata Republik Indonesia untuk memastikan promosi pariwisata Kendari terintegrasi dengan agenda nasional pariwisata Indonesia.
Menggerakkan Dunia Usaha Nasional
Diplomasi tidak berhenti di ranah pemerintahan. Wali Kota Kendari juga aktif membangun dukungan sektor bisnis dan investasi.
Pertemuan dengan Kamar Dagang dan Industri Indonesia membuka peluang keterlibatan pelaku usaha nasional dalam mendukung kegiatan internasional sekaligus mempromosikan potensi investasi Kendari.
Sementara itu, komunikasi dengan Himpunan Pengusaha Muda Indonesia diarahkan pada pemberdayaan wirausaha muda dan UMKM agar menjadi bagian dari ekosistem ekonomi selama pelaksanaan forum.
Pendekatan ini menunjukkan bahwa UCLG ASPAC bukan hanya agenda pemerintah, tetapi juga momentum ekonomi kolektif.

Ketika Kota-Kota Dunia Berkumpul
UCLG ASPAC sendiri merupakan organisasi regional terbesar di kawasan Asia-Pasifik yang menghimpun lebih dari 7.000 pemerintah daerah dengan populasi sekitar 3,76 miliar jiwa.
Forum ini menjadi ruang diplomasi antar kota dunia—tempat kepala daerah bertukar pengalaman pembangunan, berbagi inovasi kebijakan publik, serta membangun kolaborasi global.
Tahun 2026, Kendari dipercaya menjadi tuan rumah.
Sebuah pengakuan bahwa kota di Indonesia Timur mampu tampil sebagai pusat dialog internasional.
Strategi Diplomasi Pembangunan
Mengusung tema “Advancing Sustainable Tourism for a Resilient Future and Inclusive Economy,” forum ini menempatkan pariwisata berkelanjutan sebagai strategi pembangunan masa depan.
Namun bagi Pemerintah Kota Kendari, maknanya lebih luas: membangun reputasi kota, membuka jejaring global, dan mempercepat transformasi ekonomi daerah.
Karena itu, persiapan dilakukan secara menyeluruh—mulai dari penataan kota, pelatihan Liaison Officer (LO), penyediaan interpreter internasional, hingga peningkatan standar layanan publik dan hospitality.
Seluruh organisasi perangkat daerah dilibatkan dalam satu gerakan bersama menyambut dunia.
Dampak Nyata bagi Masyarakat
Kedatangan ratusan delegasi internasional diproyeksikan menciptakan efek ekonomi berantai.
Sektor perhotelan, transportasi, kuliner, industri kreatif, hingga UMKM lokal diperkirakan mengalami peningkatan aktivitas ekonomi.
Produk lokal Kendari juga berpeluang tampil di hadapan pasar internasional, menjadikan forum ini sebagai ajang promosi budaya sekaligus peluang investasi baru.
Kendari Menuju Kota Global
UCLG ASPAC 2026 menjadi simbol transformasi Kendari.
Dari kota pesisir di Indonesia Timur, Kendari kini bersiap masuk dalam jaringan kota dunia yang aktif berkolaborasi dan berinovasi.
Diplomasi yang dijalankan Wali Kota Kendari menunjukkan perubahan paradigma pembangunan daerah—bahwa kemajuan kota tidak hanya dibangun dari dalam, tetapi juga melalui jejaring global.
Jika forum ini terselenggara sukses, Kendari tidak hanya dikenang sebagai tuan rumah.
Ia akan diingat sebagai kota yang berani membuka diri kepada dunia.
Dari Jakarta hingga Teluk Kendari, diplomasi itu kini menemukan panggungnya. (HenQ)

























