Kendari– Komitmen Pemerintah Kota Kendari dalam menekan angka stunting terus diwujudkan melalui aksi nyata di lapangan. Melalui Program Anak Asuh ASN, sebanyak 462 balita stunting mendapat pendampingan khusus, termasuk 30 balita yang menjadi perhatian langsung Wali Kota Kendari.
Penyaluran bantuan bagi 30 balita tersebut dilaksanakan pada Kamis, 12 Februari 2025, di Kecamatan Kendari dan Kecamatan Kendari Barat, meliputi Kelurahan Kendari Caddi, Gunung Jati, Punggaloba, dan Tipulu.
Meski tidak hadir secara langsung, Wali Kota Kendari Siska Karina Imran menugaskan perwakilan untuk menyerahkan bantuan berupa telur, beras, dan susu sebagai bagian dari intervensi pemenuhan gizi bagi balita stunting.
Dalam keterangannya, Siska Karina Imran menegaskan bahwa program ini bukan sekadar kegiatan seremonial, melainkan langkah konkret untuk memastikan anak-anak yang terdata stunting mendapatkan perhatian dan pendampingan berkelanjutan.
“Pendampingan ini harus rutin dan terukur. Kita ingin memastikan anak-anak yang masuk dalam data benar-benar mendapat intervensi yang tepat. Target kita jelas, angka stunting di Kendari harus terus ditekan menuju zero stunting,” tegasnya.
Ia menambahkan, Program Anak Asuh ASN merupakan bentuk gotong royong aparatur pemerintah dalam mendukung percepatan penanganan stunting. Setiap ASN berperan sebagai orang tua asuh yang memantau dan membantu pemenuhan kebutuhan gizi anak yang didampingi.
“Ini adalah gerakan bersama. Tidak bisa hanya mengandalkan satu dinas. Semua harus terlibat, termasuk tenaga kesehatan dan keluarga,” ujarnya.
Dalam kegiatan penyerahan bantuan tersebut, perwakilan Wali Kota didampingi oleh Camat dan Lurah setempat, Kepala Puskesmas, serta pendamping KB, yang akan melakukan monitoring pertumbuhan dan perkembangan balita secara berkala.
Berdasarkan data E-PPBGM Dinas Kesehatan Kota Kendari, hingga akhir 2025 tercatat sebanyak 462 balita stunting yang menjadi fokus intervensi pemerintah daerah. Melalui pendekatan kolaboratif lintas sektor, Pemkot Kendari optimistis angka tersebut dapat ditekan secara bertahap pada 2026.
“Anak-anak ini adalah masa depan Kota Kendari. Tidak boleh ada yang tertinggal karena stunting. Ini tanggung jawab kita bersama,” pungkas Siska Karina Imran. (HenQ)
Copyright trijayakdi@2026




























