Kinerja Moncer, Target Retribusi Persampahan Rp500 Juta, Kecamatan Kadia Tembus Rp596 Juta di Akhir 2025

0
Foto pemanis berita Keterangan: Camat Kadia Hasman Dani

Kendari – Kecamatan Kadia menutup tahun anggaran 2025 dengan capaian membanggakan. Realisasi retribusi persampahan dan kebersihan (K3) sepanjang tahun 2025 tercatat mencapai Rp596 juta, melampaui target yang ditetapkan sebesar Rp500 juta.

Camat Kadia, Hasman Dani, menyampaikan bahwa capaian tersebut merupakan hasil kerja kolektif seluruh jajaran kecamatan, kelurahan, petugas retribusi, serta dukungan masyarakat dan pelaku usaha di wilayah Kecamatan Kadia.

“Alhamdulillah, hingga akhir tahun 2025 Kecamatan Kadia mampu melampaui target retribusi. Ini adalah hasil kerja bersama dan meningkatnya kesadaran masyarakat terhadap pentingnya kebersihan lingkungan,” ujar Hasman Dani, Kamis (1/1/2026).

Melihat tren positif tersebut, Hasman mengungkapkan bahwa pada tahun 2026 target retribusi persampahan Kecamatan Kadia akan dinaikkan menjadi Rp600 juta. Target tersebut dinilai realistis dengan tetap mengedepankan peningkatan kualitas pelayanan kebersihan.

“Untuk tahun 2026, target kita naikkan menjadi Rp600 juta. Namun capaian ini tentu harus diimbangi dengan pelayanan kebersihan yang semakin baik dan merata,” tegasnya.

Hasman juga mengimbau seluruh pelaku usaha di wilayah Kecamatan Kadia agar tertib dalam membayar retribusi sampah. Menurutnya, retribusi yang dibayarkan memiliki peran penting dalam mendukung program pemerintah, khususnya dalam pelayanan kebersihan dan pengelolaan lingkungan.

“Kami mengajak seluruh pelaku usaha untuk tertib membayar retribusi sampah. Ini bukan semata kewajiban, tetapi bentuk dukungan nyata terhadap program pemerintah dalam menjaga kebersihan dan kenyamanan lingkungan,” imbaunya.

Sementara itu, Sitti Wa Aryati, HR, S.Si, selaku Koordinator Retribusi K3 Persampahan Kecamatan Kadia, menyampaikan bahwa capaian Rp596 juta merupakan hasil dari strategi penagihan yang terukur dan konsisten sepanjang tahun 2025.

“Kami melakukan pemetaan potensi retribusi di setiap kelurahan, meningkatkan pengawasan di lapangan, serta membangun komunikasi yang baik dengan pelaku usaha dan masyarakat. Pendekatan persuasif tetap menjadi kunci,” jelas Sitti Wa Aryati.

Ia menambahkan, partisipasi aktif masyarakat sangat menentukan keberhasilan pengelolaan retribusi persampahan. Selain penagihan, tim K3 juga rutin melakukan edukasi terkait pengelolaan sampah yang tertib dan berkelanjutan.

Dengan capaian tersebut, Kecamatan Kadia diharapkan terus menjadi contoh bagi kecamatan lain di Kota Kendari dalam optimalisasi pendapatan daerah sekaligus peningkatan kualitas pelayanan kebersihan lingkungan. (HenQ)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here